Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ketika PSK Sulut Bertobat

Ini Toh Alasan PSK di Sulut 'Kecanduan' Jual Kehormatan

Namun anehnya, ketika sudah memiliki banyak uang, PSK tak mau berhenti. Sebab, mereka merasa begitu mudah mendapatkan uang.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Keadaan ekonomi yang membelit selalu jadi alasan para perempuan yang rela menyerahkan tubuhnya kepada para pria yang mau membayarnya.

Namun anehnya, ketika sudah memiliki banyak uang, mereka tak mau berhenti. Sebab, mereka merasa begitu mudah mendapatkan uang.

"Kita hanya lulusan SMP. Pernah kerja tapi gajinya nggak banyak. Kalau begini (jadi PSK) uangnya lumayan," kata wanita berumur 26 tahun yang menjadi PSK di Kota Manado.

Saat ditemui Tribun Manado di sebuah klub malam, wanita itu mengaku dalam sehari bisa melayani 3-5 laki-laki. Sekali kencan dia mendapat imbalan Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta.

Lebih menyedihkan lagi, seorang mahasiswi yang juga tercatat sebagai karyawan swasta, rela masuk ke kehidupan malam demi menuruti gaya hidup mewah.

"Melihat gaya dandan teman-teman, gadget baru dan selalu memegang uang banyak, akhirnya saya tergoda," ungkapnya.

Meski dia menjadi wanita penghibur, namun dia melakoni hidup normal yakni memiliki pacar. Saat itu, sang pacar tidak tahu pekerjaan sambilan dia itu.

Namun lama-lama, pacarnya mencurigai. Karena terdesak, akhirnya dia mengaku kepada pacarnya terkait pekerjaan haramnya itu.

"Memang pacar saya selalu memanjakan saya, tapi itu belum puas melihat teman-teman saya memiliki barang mewah," katanya.

"Apalagi sekarang biaya hidup mahal. Harus bayar kuliah sendiri, beli-beli sendiri," tandasnya. (fer/crz))

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved