Peringatan Setahun Bencana Sulut
Mengenang Bencana Dahsyat, Warga Sawangan Gelar Arung Jeram Bersama
Tak terasa satu tahun sudah bencana nasional Banjir Bandang yang meluluh-lantak Kota Manado 15 Januari 2014 lalu
Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Tak terasa satu tahun sudah bencana nasional Banjir Bandang yang meluluh-lantak Kota Manado 15 Januari 2014 lalu. Puluhan nyawa melayang bersama kerugian materil dan in materil mencapai ratusan miliar Rupiah.
Bagi masayarakat Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi, bencana alam tersebut, ternyata tidak bisa dilupakan sebab satu diantara wilayah desa Waruga ini, terdapat seorang warga tewas tertimbun tanah longsor karena hujan lebat kala itu. "Untuk itu, kami akan memperingati Tanggal 15 Januari itu dengan menggelar arung jeram bersama," ucap Junius Mandagi (Utu) kepada Tribun Manado Jumat (16/1) di rumah Kopi Billy Airmadidi.
Dikatakan tokoh pendiri Kabupaten Minahasa Utara bahwa Rute arung jeram akan dillaksanakan pada Sabtu 17 Januari dengan rute, turun dari Sungai Doud Sela (Sawangan), melalui Kelurahan Airmadidi Bawah, Sukur, Desa Kuwil, Maumbi, Kairagi, seterusnya naik di area Megamas," jelasnya.
Rencananya akan ada 9 buah perahu dan puluhan orang akan mengikuti arung jeram, untuk ketambahan bisa terjadi dan nantinya melihat situasi dan kondisi dilapangan.
Selain untuk mengenang 1 tahun bencana nasional 15 Januari 2015, menurut Utu, hal itu adalah upaya mengajak masyarakat untuk mengenal lebih jauh beberapa anak sungai dan sungai besar yang menyatu di Doud Sela (DAS Tondano) yang mengalir ke Kota Manado.
"Dengan demikian, masyarakat Kota Manado tidak lagi takut dengan Sungai Tondano saat hujan deras, soalnya masyarakat sering mengira, kerasnya guyuran hujan di Tondano, menyebabkan banjir di DAS Tondano," pungkasnya menutup pembicaraan.