Kebakaran di Manado

Astaga! Maling Beraksi Saat Kebakaran Terjadi di Titiwungen Manado

Pascakebakaran, para korban baru menyadari sebagian barang berharga yang sempat diselamatkan hilang.

Astaga! Maling Beraksi Saat Kebakaran Terjadi di Titiwungen Manado
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepanikan para warga Lingkungan III Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario, Manado, saat api melalap sejumlah rumah di situ, Kamis (8/1/2015), ternyata dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab. Pascakebakaran, para korban baru menyadari sebagian barang berharga yang sempat diselamatkan hilang.

Haji Sofia Tolah (50) termasuk korban kebakaran yang kehilangan barang-barang berharga. "Karena banyak orang kemarin, ada yang menolong ada juga yang menyolong," tukasnya kepada Tribun Manado, Jumat (9/1/2015).

Hal yang sama juga dialami Syarifudin Freda (65). Beberapa barang berharga yang sempat ia selamatkan hilang dicuri. Ia menyebut tiga unit laptop milik mahasiswa yang menyewa tempat kosnya, dompetnya yang berisi uang tunai sekitar Rp 400 ribuan, KTP, dan surat-surat lainnya yang ia letakkan di pagar depan. "Sampai sekarang saya cari-cari tidak ditemukan," keluhnya.

Di badan jalan samping masjid tampak warga korban kebakaran terkumpul bersama para relawan. Beberapa duduk di tepi pagar teras rumah dan masjid, para bocah duduk di bangku kayu panjang menyantap mi instan yang dimasak di dapur umum.

"Hanya rumah yang ini yang terbakar, rumah satu saya nyaris juga," tutur Syarifudin yang sedang duduk berbincang bersama rekannya di teras masjid sembari menunjuk bangunan rumahnya yang dijadikan tempat kos.

Meski dari luar atap rumahnya tampak utuh, bangunan itu tak bisa ditinggali lagi. "Jangan dilihat dari luar, itu bisa saja ambruk karena terbakar dari dalam," ungkapnya sembari menunjuk balok dan kayu yang menahan atap seng hangus terbakar tampak rapuh sehingga sering ia memperingati setiap orang yang masuk dalam bangunan itu.

Pascakebakaran kemarin, beberapa warga korban bencana dibantu relawan mengais puing-puing sisa kebakaran. Namun hanya ada puing-puing arang yang sudah tak bisa digunakan lagi.

"Sudah hangus, cari-cari tidak ada yang bisa dipakai lagi. Berkas-berkas anak saya, ijazah, dan sebagainya terbakar," ujar Haji Sofia yang rumahnya hangus tak bisa ditinggali lagi.

Saat ditemui ia sedang duduk berbincang di rumah tetangga. Ia yang saat itu mengenakan daster dominan biru mengaku hanya baju di badan yang tersisa. Semalam, ia bersama kedua anak dan suami menginap di Masjid Miftaful Jannah dan akan terus di situ hingga rumahnya kembali bisa dihuni.

Namun, kondisi rumahnya rusak parah. Berdampingan dengan beberapa bangunan rumahnya yang tampak sama, tersisa beton yang hangus dan rapuh.

Halaman
12
Penulis: Alexander_Pattyranie
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved