Agustus 2014 'Mengerikan', Pilot Menangis Umumkan Pesawat Akan Jatuh
Penerbangan Europe Airpost penerbangan carteran dari Split, Kroasia ke Nantes, Prancis membuat ratusan penumpangnya ketakutan.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah kisah penerbangan paling mengerikan terjadi beberapa bulan lalu yakni 23 Agustus 2014 lalu. Penerbangan Europe Airpost penerbangan carteran dari Split, Kroasia ke Nantes, Prancis membuat ratusan penumpangnya ketakutan. Pilot mengumumkan pesawat yang mereka tumpangi akan jatuh lantaran mengalamai gagal mesin.
Seorang penumpang seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (8/9/2014) lalu mengatakan bahwa pilot pesawat memperingatkan para penumpang saat ini memiliki waktu 6 menit sebelum celaka. Setelah itu para penumpang diminta untuk mengenakan jaket penyelamat (life jacket) dan bersiap untuk mendarat di air.
Benjamin Girard seorang penumpang menjelaskan bagaimana pengalaman yang ia alami merupakan pengalaman mengerikan dalam penerbangan Europe Airpost tersebut. Penerbangan penuh dengan tangisan dan teriakan. Pria ini bepergian bersama istri dan dua putri kecilnya yang berusia empat dan enam bulan. Ia pun menceritakan awal pengalaman mendebarkan itu terjadi tak lama setelah lepas landas.
Menurut Girard mulanya sang pilot mengatakan pada para penumpang agar bersiap untuk menghadapi turbulensi. Tak berapa lama penumpang yang duduk di bagian belakang mengatakan satu mesin telah berhenti bekerja dan hal tersebut dibenarkan oleh pilot.
Kemudian menurutnya pilot memberitahu bahwa akan dilakukan pendaratan darurat di Venisia. Pilot meminta untuk para penumpang kenakan jaket penyelamat dan melepas perhiasan yang mengganggu. Yang membuat para penumpang panik adalah peringatan pilot yang mengatakan kemungkinan akan ada ledakan. "Semua orang sangat ketakutan, bahkan awak kabin. Salah satu awak terlihat sangat panik dan yang lainnya pucat, hanya diam jelas Girard.
Tak berselang lama menurut Girard pilot menangis dan mengatakan pada para penumpang memiliki waktu enam menit sebelum celaka."Tidak perlu panik. Namun orang-orang justru berteriak," ungkap Girard.
Beberapa menit kemudian, pesawat bermesin ganda itu akhirnya menepi di tepi pantai dekat Venice Marco Polo Airport dan tanpa ada satupun korban cedera. Akhirnya peristiwa paling mengerikan itupun berakhir.
Pihak Maskapai Europe Airpost mengakui ada kepanikan dalam pesawat. Namun maskapai menegaskan keselamatan penumpang yang utama. Juru bicara maskapai penerbangan Europe Airpost mengakui penerbangan menuju Nantes mengalami maslah pada mesin. Kru menurutnya mengambil keputusan untuk mendarat di Venisia dan menginformasikan hal tersebut pada para penumpang. Juru bicara tersebut menegaskan hal tersebut sudah sesuai prosedur yang berlaku. (tribunmanado/robertus rimawan)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.