Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Evakuasi 4 Korban Bencana Longsor Sangihe Terhalang Putusnya Akses Jalan

Peristiwa longsor yang terjadi pada Jumat (19/12/2014), dikabarkan hingga Sabtu (20/12) sore, belum berhasil ditemukan.

Penulis: | Editor:

Laporan jurnalis Tribun Manado Pengasihan Susanto Amisan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Empat orang warga kampung Lesabe Kecamatan Tabukan Selatan, Kebupaten Kepulauan Talaud, yang diduga tertimbun tanah longsor masih dicari. Peristiwa longsor yang terjadi pada Jumat (19/12/2014), dikabarkan hingga Sabtu (20/12) sore, belum berhasil ditemukan oleh petugas bersama warga, yang sejak pagi mencari jasad para korban bencana itu.

Menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sangihe, Rentje Tamboto, proses pencarian korban ikut terhalang belum bisa masuknya peralatan berat ke lokasi, karena akses jalan ke lokasi, ikut terputus oleh timbunan tanah longsor maupun badan jalan yang ikut amblas. “Akses ke lokasi masih sangat terbatas, makanya proses pencarian masih pakai peralatan sederhana,” katanya.

Bupati Sangihe, Hironimus Rompas Makagansa bersama Kapolres, Dandim dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Kepulauan Sangihe, Sabtu pagi, langsung ke beberapa lokasi bencana banjir dan tanah longsor, termasuk di kampung Lesabe, yang ada korban jiwa itu. “Pak bupati bersama muspida tadi pagi turun tinjau lokasi musibah banjir dan longsor,” ujar Tamboto saat dihubungi pertelepon.

Untuk membantu evakuasi korban yang masih hilang itu, pihaknya sudah meminta bantuan pihak kantor SAR Manado dan BPBD Sulut. “Sesuai informasi tim SAR dan BPBD Sulut akan tiba besok (Minggu, 21/12/2014). Sementara itu, untuk pembukaan akses jalan yang tertutup longsor oleh Dinas PU belum semuanya terbuka, karena terhalang oleh kurangnya alat berat,” tuturnya.

Akibat banjir, Ratusan rumah di kelurahan Soataloara, Apengsembeka dan Sawang Bendar, Kota Tahuna, serta di kampung Taloarane, Kecamatan Manganitu dan kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan, sempat terendam. Sedangka akibat longsor, akses dari Kota Tahuna ke Kecamatan Manganitu serta ke Kecamatan Naha dan dari Kecamatan Tabukan Tengah ke kecamatan Tabukan Selatan, terputus.

Bencana Banjir dan tanah longsor itu ikut memporak poranda Empat rumah warga di kampung Lesabe, serta beberapa rumah lainnya di wilayah Manganitu. “Warga yang rumahnya rusak parah kini mengungsi sementara di rumah kerabat mereka. Untuk menjamin kesehatan warga korban, kami sudah minta bantuan Dinas Kesehatan yang sekarang sudah di lokasi bencana,” kata Tamboto. (*)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved