Kebakaran di Manado

Dewa dan Jibril Selamat dari Api!

Nona Kumaat (58), langsung berlari mencari dua cucunya, Dewa (4) dan Jibril (4), saat melihat api besar dalam kamar.

Dewa dan Jibril Selamat dari Api!
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Nona Kumaat (58), langsung berlari mencari dua cucunya, Dewa (4) dan Jibril (4), saat melihat api besar dalam kamar tempat dua cucunya bermain, Jumat (19/12/2014).

Ia mengatakan, biasanya cucu-cucunya itu biasa bermain kembang api. "Untung mereka (Dewa dan Jibril) tidak apa-apa," ujar Nona, warga Lingkungan V Kelurahan Mahakeret Barat Kecamatan Wenang, Manado.

Awalnya, sekitar pukul 16.30 Wita, usai menyetrika pakaian, Nona bermaksud menuju ke suaminya yang berada di depan rumah sedang berbincang dengan seorang mantan lurah.

Namun ia mencium bau hangus seperti plastik terbakar. Ia pun kembali ke meja setrika memastikan kabel setrika sudah dicopot. "Tidak ada yang yang terbakar," ungkapnya.

Ia menduga, Dewa dan Jibril yang berada di rumah bawah yang bersambungan dengan rumah depan tempat ia menyetrika pakaian, sedang membakar sesuatu. Saat melihat ke kamar, ia pun kaget melihat dalam ruangan kamar penuh api.

Nona pun mulai panik dan mencari kedua cucunya itu. Dewa dan Jibril pun ia dapati berada di luar kamar dalam keadaan normal sedang menangis ketakutan. Nona pun mencoba mengambil air untuk menyiram api tersebut. "Tapi tidak cukup untuk api sebesar itu," ungkapnya.

Ia pun membawa kedua cucunya ke tempat yang aman lalu mengangkat sebuah televisi untuk mencoba menyelamatkan. Saat menaiki tangga, ia terjatuh bersama TV itu lalu ia tinggalkan.

"Mereka berdua memang biasanya membakar bunga api di luar," ungkap Nona.

Nona kemudian bertanya kepada Dewa yang sedang digendongnya. "Siapa yang mengambil macis tadi?" Tanya Nona kepada Dewa. "Jibril mengambilnya di dekat speaker," spontan Dewa kepada omanya.

Setelah menyelamatkan cucunya, api pun membesar hingga menjalar ke bangunan di sebelahnya. Pantauan Tribun Manado, empat bangunan rumah yang terbakar itu tampak tersisa tembok yang hangus, sementara bangunan yang berada di paling kanan, bagian atap depan masih tersisa.

Nona mengaku, ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang. "Sebentar malam kemungkinan kami akan tinggal di rumah yang itu," ungkap Nona sembari menunjuk rumah utuh di samping rumah yang terbakar.

Kebakaran tersebut membuat warga sekitar panik dan dan membantu memadamkan api, tapi karena alat terbatas membuat api begitu cepat menguasai ke tiga gedung itu.

Bahkan mobil yang berada di garasi samping rumah yang terbakar, diangkat paksa warga untuk dievakuasi ke tempat aman.

Sebanyak empat armada pemadam kebakaran kurang lebih satu jam kemudian berhasil memadamkan api. (fer/alp)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved