Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perbaikan Jembatan Sario Belum Kelar, Ini Titik-titik Kemacetan di Manado

Belum rampungnya Jembatan Sario yang menghubungkan Jalan Samratulangi dan Jalan Ahmad Yani ditengarai menyebabkan kemacetan parah.

Penulis: | Editor:

Liputan wartawan Tribun Manado Muhammad Cahya Pratama

TRIBUNMANADO.CO.ID , MANADO - Belum rampungnya Jembatan Sario yang menghubungkan Jalan Samratulangi dan Jalan Ahmad Yani ditengarai menyebabkan kemacetan parah di ruas Jalan Samratulangi menuju kearah Kecamatan Wanea. Pantauan Tribun Manado, Kemacetan panjang mulai dari pertigaan lampu merah di Jalan Samratulangi hingga kawasan Multimart Sario, tepatnya pukul 15.00 Wita Kamis (18/12/2014).

Padatnya kendaraan bermotor baik kendaraan roda dua dan roda empat disebabkan karena para pengendara yang ingin menuju ke arah Malalayang harus memutar melalui Jalan Samratulangi dan Jalan Bethesda. Kemacetan juga diperparah dengan banyakanya kendaraan roda empat yang parkir sembarangan di ruas jalan. Hal ini tentunya meresahkan warga yang sering melalui jalan ini. Seperti yang diungkapkan Rudi, seorang pengendara motor yang terjebak macet di depan gedung M-Icon Convention Center.

“Saya baru pulang kantor. Mau pulang ke tempat kost yang ada di Jalan Sea. Karena jembatan belum selesai, jadi terpaksa lewat sini.”
Rudi mengungkapkan, kemacetan ini disebabkan karena sudah tidak bisa melawati jembatan darurat yang biasa dilewati. Kendaraan dari arah Jalan 17 Agustus menuju kearah Malalayang juga terpaksa harus melalui jalan ini. Kondisi ini menurutnya jelas membuat arus kendaraan semakin bertambah.

“Yang dari kantor gubernur kearah malalayang juga lewat jalan ini. Belum yang dari Teling, pasti mengambil jalan ini daripada harus memutar lewat pasar 45,” tambahnya.

Kemacetan ini juga dikeluhkan oleh Rina, warga Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Wanea. Ibu rumah tangga yang sehari harinya menaiki angkutan kota untuk berpergian ini mengaku aktivitasnya terganggu karena kemacetan yang terjadi. Ia juga menuturkan sering menggunakan jasa ojek apabila kemacetan sudah sangat parah

“Kalau macet, mikro (angkot) jelas tidak bisa jalan. Kalau tidak mau naik mikro jelas harus naik ojek supaya bisa selap selip, tapi jelas ongkosnya lebih mahal daripada naik mikro,” ujarnya.

Rina berharap agar proses pembuatan Jembatan Sario agar cepat diselesaikan oleh pemerintah. Ia mengaku, kemacetan yang terjadi merugikan semua pihak, terutama masyarakat.

“Kalau macet begini kan semuanya rugi. Suami saya juga mengeluh karena kemacetan ini. Bensin terbuang percuma karena mesin mobil hidup tapi tidak bisa jalan karena macet.” tutupnya. (*)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved