Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Skenario Kiamat

Jadi Inikah Akhir Dunia? Tujuh Skenario Penyebab Kiamat (3/3)

Apakah akhir dunia ini nyata? Tapi tak dapat dipungkiri, bumi semakin panas karena perubahan iklim. Air laut akan naik satu meter 2100 mendatang.

Penulis: | Editor:

5. Bencana Partikel Akselerator  

Sebelum Large Hadron Collider (LHC), milik Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) mendeteksi adanya 'Partikel Tuhan' beberapa tahun lalu, Ilmuwan asal Jerman, Otto Rossler menyatakan tumbukan atom keras secara teoritis bisa membuat lubang kecil (black hole) yang menyerap dunia. 

Tumbukan di LHC jauh lebih bertenaga dibandingkan tabrakan alam yang disebabkan oleh sinar kosmik sehingga berdampak hancurnya planet ini tidak adalah pernyataan yang absurd. Namun, hal tersebut mungkin saja terjadi bila LHC bisa membuat versi baru bisa menghancurkan planet, atau bahkan alam semesta, bila tumbukan pada kecepatan cahaya.

Kemungkinan: sangat rendah

Kesimpulan: berpotensi merusak, tapi Anda tak harus buru-buru membatalkan asuransi rumah dulu. 

6. 'Tuhan' mematikan tombol saklar

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan tentang alam semesta kita. Konstanta fisika (suatu besaran fisika yang pada umumnya dipercayai bersifat universal dan tak-berubah) seperti telah diatur sedemian rupa sehingga kehidupan bisa ada dalam beberapa bentuk. Fisikawan besar Sir Fred Hoyle pernah bertanya-tanya apakah alam semesta mungkin didesain sedemikian rupa.

Baru-baru ini, Filsuf dari Oxford University, Nick Bostrom, telah berspekulasi, alam semesta kita satu di antara yang tak terhitung jumlahnya berjalan di beberapa komputer asing. Seperti permainan dalam sebuah komputer. Dengan demikian, kita harus harap makhluk di balik alam semesta palsu ini baik hati dan tidak mematikan saklar saat kita mulai nakal.

Kemungkinanya: Menurut perhitungan Bostrom, berdasrakan asumsi-asumsinya, lebih dari 50 persen alam semesta kita kemungkinanya tidak nyata. Kian membingungkan, bila dihubungkan dengan kemungkinan bukti-bukti adannya alien, artinya memang alam semesta tidak seperti yang tampak.

Kesimpulanya: Bencana, jika gamer berbalik melawan kita. Satu-satunya kesimpulan adalah, pengetahuan tidak bisa berbuat apa- apa tentang hal ini.

7. Bencana Iklim

Hanya ilmuwan yang tidak serius yang meragukan dampak emisi karbon terhadap iklim dunia. Laporan terbaru dari Intergovernmental Panel on Climate Change mengatakan, kenaikan suhu di bawah dua derajat celcius seperti sebelum masa industri sudah tidak mungkin terjadi. Suhu udara akan lebih hangat tiga sampai empat derajat celcius di masa depan. 

Hal tersebut bukanlah akhir dari dunia. Namun manusia membutuhkan sumber daya untuk mengatasi perubahan secara dramatis itu. Perubahan iklim akan terasa pada pertengahan abad ini, saat populasi manusia mencapai sembilan miliat. Jutaan orang akan kehilangan rumah karena naiknya air laut hingga satu meter atau bahkan lebih pada tahun 2100 mendatang. Pergeseran pola cuaca juga mengganggu pertanian secara dramatis.

Kemungkinanya: Saat ini, hampir pasti tingkat CO2 atau karbon terus meningkat menjadi 600 bagian per miliar atau lebih. Dan, iklim akan merespon sesuai dengan peningkatanya.

Kesimpulanya: Bencana di beberapa wilayah, namun di sebagian wilayah lainya tidak (termasuk Eropa Utara, di mana Atlantik secara moderat mengaturnya). Kabar baiknya adalah, tidak seperti bencana- bencana yang terjadi, kita memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu untuk perubahan iklim dari sekarang.

(the telegraph)

Tags
kiamat
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved