Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Informasi Saham Hari Ini

Senin Ini IHSG Berpeluang Turun, Ini Penyebabnya

Secara umum indeks di Wall Street masih diliputi suasana Thanksgiving sehingga ditutup flat disetengah hari perdagangan.

Tayang:
Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID - Secara umum indeks di Wall Street masih diliputi suasana Thanksgiving sehingga ditutup flat disetengah hari perdagangan, seiring kejatuhan tajam kembali harga minyak mentah WTI sebesar -10,23% berada di harga $66,15/barrel yang pada gilirannya menjatuhkan harga saham sektor energi, tetapi diimbangi kenaikan saham sektor airlines dan retailer ditengah sangat sepinya perdagangan Jumat tercermin dalam volume perdagangan berjumlah 4,2 miliar saham (jauh di bawah rata-rata perdagangan dari awal November-28 November yang berjumlah 6,27 miliar saham).

Walaupun Jumat DJIA ditutup flat, tetapi selama 1 minggu DJIA menguat tipis +0,1% dan selama November DJIA menguat 2,5%.

Kombinasi membaiknya beberapa data ekonomi di Eropa, China dan berlanjutnya eforia pemotongan suku bunga oleh PBOC mendorong kenaikan indeks Bursa Regional selama 1 minggu seperti: Nikkei +0,59%, HSI +2,35% dan STI +0,32%.

Kombinasi penguatan USD dan OPEC yang tidak setuju memotong produksi minyak mentahnya mendorong kejatuhan harga komoditas selama 1 minggu perdagangan seperti: Oil -13,5%, Gold -1,8%, Nickel -2,1%, Tin -0,6%, CPO -0,1% dan Rupiah terdepresiasi -0,5%.

Setelah selama 1 minggu WTI Crude Oil turun tajam -13,5% dan selama November -17,9% serta akan dengan mudah mencapai harga $60/barrel, Apakah pemerintahan Jokowi akan menurunkan harga BBM bersubsidi merujuk kejatuhan tajam harga minyak mentah dunia yang menuju $60-$65?

TODAY RECOMMENDATION

Setelah 1 minggu lalu DJIA naik +18,18 poin (+0,1%), atau selama 6 minggu DJIA naik tajam +8,56% merujuk kebih tingginya revisi US GDP Q3/2014 menjadi 3,9% (dibandingkan release pertama GDP Q3/2014 bulan lalu 3,5% dan lebih tinggi dibandingkan konsensus ekonom yang memperkirakan akan turun ke level 3,3%) yang merefleksikan adanya revisi kenaikan atas belanja bisnis dan konsumer.

Minggu ini fokus Wall Street tertuju atas cukup banyaknya data ekonomi seperti: ISM Manufacturing, ADP Employment, ISM Non-Manufacturing Composite, Fed Reserve Beige Book, Unemployment Rate dan Change in Non-Farm Payrolls.

Dari sektor komoditas perlu dicermati pergerakan WTI crude oil price dimana di hari Jumat kembali ditutup turun tajam -10,23% berada di harga $66,15/barrel atau selama 1 minggu lalu turun tajam -13,54% dan selama November WTI turun sangat tajam -17,87%, maka WTI di tahun 2015 akan sangat mudah menuju level $60 dimana kejatuhan tajam crude oil tersebut akan berdampak negatif ke harga coal.

Oleh karenanya saham berbasis energi berpotensi tertekan kembali.

Sebaliknya saham berbasis retailer, transportasi udara dan darat terkena dampak positif dengan kejatuhan harga crude oil tersebut.

Setelah IHSG selama minggu lalu naik +37,84 poin (+0,74%) atau selama 3 minggu IHSG menguat +182,62 poin (+3,22%), maka Senin ini IHSG berpeluang turun merujuk kejatuhan EIDO -1,4% serta inflasi November 2014 kami perkirakan sekitar 0,28%-0,30% dan neraca perdagangan Indonesia Oktober 2014 mengalami surplus sekitar USD41 juta- USD42 juta.

BUY: TBIG, BBRI, ASII, TLKM, ACES, MAPI, TOTL, BMRI, SILO, WIKA,

BOW: SMGR, CTRA, PGAS

IHSG 5.149,89 +4,57 (+0,09%)

Ikuti informasinya setiap hari hanya di www.tribunmanado.co.id. atau melalui hastag #InfoSahamTribunManado.

Informasi Saham hari Ini bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia Perwakilan Manado.

Tribun Manado selalu menyajikan berita Manado terkini.

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved