Astaga, Enam Warga Bitung Digigit Anjing Gila
Di Kelurahan Pateten Tiga lingkungan I Kecamatan Maesa seekor anjing tiba-tiba menggigit enam orang warga setempat.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID,BITUNG- Rabies adalah momok yang menakutkan dimata masyarakat pasalnya keberadaan penyakit yang mayoritas disebabkan oleh gigitan anjing selalu dawali dengan karakter anjing yang mengamuk sebelum menyerang mangsanya. Ini seperti yang terjadi di Kelurahan Pateten Tiga lingkungan I Kecamatan Maesa seekor anjing tiba-tiba menggigit enam orang warga setempat.
"Kejadiannya Sabtu (29/11) pekan lalu sekitar pukul 20.00 Wita malam, dengan korban masing-masing Yoshua (7), Maryam Bawenti (52), Samzia Sambayang (17), Ono (22), Stiven Kampong (8) dan seorang anak lagi yang identitasnya belum diketahui," tutur Ridwan Sambayang kepala Kelurahan Pateten Tiga kepada sejumlah awak media, Senin (1/12) kemarin.
Menurutnya kejadian gigitan anjing yang dari pengecekan adalah anjing gila menimpah korbannya yang sedang sedang beridir dan duduk santai menikmati indahnya malam hari didepan rumah mereka masing-masing serta ada beberapa yang bermain.
"Tak tau dari mana, tiba-tiba seekor anjing muncul dan mulai menggigit satu persatu warga, usai menggigit beberapa jam kemudian warga menemukan anjing tersebut tiba-tiba mati di pinggir jalan sontak saja keluarga korban gigitan panik dan melaporkan kejadian ini kepada saya," ujarnya.
Pihaknya pun langsung melakukan antisipasi dengan membawa para korban ke ke Puskesmas Aertembaga karena berdekatan dengan rumah-rumah korban, lalu disuntik dengan anti rabies kemudian korban diperkenankan pulang "Namun Senin kemarin kemarin saya meminta agar kembali disuntik di Puskesmas Bitung Barat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," tukasnya.
Sementara itu Samzia Sambayang satu diantara korban mengaku pada saat kejadian dirinya sedang menggendong adik, tiba-tiba saja anjing gila itu menyerangnya. "Dia gigit, saat saya sedang berjalan pulang ke rumah," tutur Samzia. Gigitan anjing yang diduga rabies itu terletak di kaki kanan, dimana jika dibandingkan dengan korban lainnya luka gigitan yang dia alami masih mending. "Yang sedikit parah adalah ibu Maryam yang digigit di paha," tukasnya.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan kota Bitung dr Vonny Dumingan yang dikonfirmasi mengatakan para korban gigitan anjing tersebut sudah mendapatkan penanganan suntikan anti rabies di Puskesmas. "Mereka sudah disuntik. Sementara stok vaksin di Kota Bitung melalui dinas kesehatan cukup dan kita juga baru dapat stok dari Kementerian Kesehatan sebanyak 800 botol untuk 200 orang," tutur Vonny ditemui di ruang tamu kantornya.
Namun demikian dirinya berharap agar warga sebagian warga yang menjadi korban gigitan anjing dan belum mendaftarkan diri pada BPJS untuk segera mendaftarkan, karena jika tidak masuk seharusnya membayar vaksin tersebut. "Untuk saat ini tidak apa-apa Dinas yang tanggulangi biaya untuk vaksin," tambahnya.
Sementara itu pihak Dinas Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan melalui Kabid Peternakan Marlynne Ligouw mengaku belum mengetahui adanya kasus gigitan anjing yang diduga rabies di Kelurahan Pateten tiga. "Kami belum menerima laporan, mengenai kasus itu. Seharusnya jika anjing tersebut mati usai menggigit maka prosedurnya adalah kepala Anjing tersebut dipenggal kemudian dilaporkan pada kami untuk diteruskan ke Laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Kesehatan Pemprov untuk diperiksa," jelas Marlynne