Jalan Longsor di Boltim Batal Dibangun, Wisata Pulau Nanas Dikembangkan

Pemerintah Pusat menunda perbaikan jalan nasional antara Desa Dodap-Togid Kabupaten Boltim yang longsor beberapa tahun silam.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:
Aldi Ponge/Tribun Manado
DPRD Boltim. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Pemerintah Pusat menunda perbaikan jalan nasional antara Desa Dodap-Togid Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang longsor beberapa tahun silam.

Ketua Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, Argo Sumaiku mengatakan pihaknya pekan lalu telah berkonsultasi ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempertanyakan perbaikan jalan yang sudah beberapa tahun tak kunjung terealisasi.

"Jalan Togid-Dodap sebenarnya anggarannya sebelumnya sudah ada. Kendalanya ketika akan dikerjakan terkendala pada pembebasan lahan, sehingga anggarannya dialihkan ke lain," katanya, Minggu (30/11/2014).

Pemda diminta untuk membebaskan lahan baru untuk pembangunan jalan senilai Rp 28 miliar tersebut. "Kalau sudah dibebaskan mereka siap, kalau cepat bisa masuk APBD 2015, mereka minta sertifikat. Kalau belum, maka belum dianggarkan lagi," bebernya.

Katanya, tahun ini Kabupaten Boltim hanya mendapatkan proyek kementerian PU untuk pembangunan satu unit jembatan di Kecamatan Nuangan senilai Rp 11 miliar, "Kita hanya mendapat jembatan di Nuangan tak ada pembangunan jalan," bebernya.

Selain itu, pihaknya pun melobi ke Direktorat Peternakan Kementerian Pertanian terkait bantuan pemerintah pusat. "Ada usulan dinas namun tidak ada. Setelah kami melobi maka mendapat satu kelompok usaha sapi sekitar Rp 300 juta," tegasnya.

Tak hanya itu, di Kementerian Kelautan, timnya berhasil melobi dana pengembangan objek wisata Pulau Nanas. Pemerintah pusat bersedia menyiapkan dana untuk pembangunan dermaga, dan menyiapkan kapal penyeberangan serta fasilitas lainnya.  "Namun permintaan mereka harus ada master plan pengembangan pulau itu dulu. Kalau tidak ada maka mereka tak akan anggarkan," terangnya.

Dia menyoroti tak ikutnya satuan kerja dalam kunjungan tersebut. Katanya, banyaknya bantuan dikementerian yang tak didapatkan oleh pemda Boltim karena tak kreatifnya satuan kerja melobi bantuan tersebut. "Masalahnya satuan kerja tak mampu melobi bantuan-bantuan ini. Saya menduga mereka hanya memanfaatkan anggaran SPPD dan tak ada keseriusan," katanya.

Sebelumnya, Kepala dinas PU Boltim, Minderd Mawu mengatakan pemda atas saran Badan Pemeriksa Keuangan tak bisa membebaskan lagi lahan diareal tersebut. Pasalnya beberapa tahun lalu pemda sudah melakukan pembebasan di lokasi yang sama. Namun pihak balai jalan enggan menggunakan jalan tersebut dan memilih menggunakan jalur lain untuk dibangun jalan tersebut, alasannya rawan longsor. "Sudah ada anggarannya Rp 2,2 miliar, tapi tak bisa dibebaskan, menurut BPK sudah double. Makanya sementara kita rehab jalan yang dibangun pemda," terangnya. (tribunmanado/aldi ponge)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved