Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kenaikan Harga BBM

BBM Naik, Kok Tarif Bendi di Tondano Juga Ikut Naik Ya?

Tarif angkutan bendi di Tondano dan ojek turut naik pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak pekan lalu.

Tayang:
Penulis: Finneke | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Tarif angkutan bendi di Tondano dan ojek turut naik pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak pekan lalu. Meski begitu, pemerintah sendiri tak punya aturan untuk mengatur tarif kedua angkutan tersebut. (baca: BBM Naik Rp 2 Ribu, Tarif Tondano-Tomohon Juga Naik Rp 2 Ribu)

"Bendi masuk kategori kendaraan tradisional, kalau ojek kurang jelas masuk kategori apa. Karena hampir di seluruh Indonesia ojek menjadi moda transportasi warga," ujar Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishubkominfo Minahasa, Arnold M Siby, Senin (24/11).

Tak adanya aturan tersebut membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak ketika tarif kedua transportasi tersebut naik. Menurutnya, besaran tarif yang diberlakukan bendi maupun ojek berdasarkan kesepakatan mereka sendiri. (baca juga: Waduh! Tarif Angkot Siswa dan Umum di Tondano Sama, Sopir )

"Besaran kenaikan itu berdasarkan pembicaraan di antara mereka dan pemerintah tak punya andil untuk itu. Memang sulit karena bendi yang menggunakan bensin, pun dengan ojek masuk kategori kendaraan pribadi," terang Arnold.

Untuk jumlah bendi di Minahasa, kata Arnold saat ini kira - kira sebanyak 500 bendi. Angka tersebut kian waktu kian menurun. Selain dijual pemilik, transportasi ojek yang menjamur saat ini memepengaruhi jumlah bendi yang beroprasi.

"Di Minahasa bendi - bendi hanya di Tondano, Langowan, Kawangkoan dan Kakas. Namun yang paling banyak beroperasi di Tondano. Adanya ojek, membuat jumlah bendi semakin sedikit," ungkapnya.

Berkaca dari pengalaman lalu, tiap kali harga BBM naik, tarif bendi dan ojek pun naik. Masih mending motor masih menggunakan BBM, tapi bagaimana dengan bendi. Berbagai pertanyaan menggelitik sering mencuat. Seperti, "Memangnya kuda minum bensin ?, yang adalah pertanyaan yang paling sering muncul.

Menjawab hal itu, para kusir bendi punya jawabannya sendiri. Menurut beberapa kusir yang ditemui, kenaikan BBM berdampak pada naiknya kebutuhan pokok. Dan mereka sebagai warga turun merasakan itu. Sehingga menurut mereka, sangat beralasan jika tarif bendi turut dinaikkan.

"Naiknya BBM, semua - semua mahal. Bagaimana kami bisa menyesuaikan diri dengan harga kebutuhan di lapangan, jika kami tak menaikkan tarif angkutan. Bukan soal kuda minum bensin atau tidak, tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari yang semakin mahal. Belum lagi harga pakan yang mulai naik," ujar Boy W, salah seorang kusir bendi di Tondano.

Apalagi saat ini, kata Boy, pendapatan kusir bendi tak sebanyak dulu. Hal itu karena semakin banyak ojek maupun angkot di jalanan. "Sudah sangat sedikit sekarang, apalagi jika musim panas. Penumpang beralih ke ojek. Kalau musim hujan masih mendingan, tapi masa mau hujan terus," ucapnya.

Di Tondano sendiri, bendi dan ojek naik Rp 1.000 dari tarif biasanya. Bendi dan ojek yang sebelumnya Rp 3.000 per orang, kini menjadi Rp 4.000. Namun tarif tersebut hanya di seputaran Kota Tondano. Jika melewati jarak biasanya, tarif akan ditambah.

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap dan terkini berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved