Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jika Rancangan APBD 2015 Disetujui, Sulut Buat Sejarah Baru

Jika postur Rancangan APBD 2015 yang saat ini dibahas DPRD disetujui, Sulawesi Utara akan menciptakan sejarah baru.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jika postur Rancangan APBD 2015 yang saat ini dibahas DPRD disetujui, Sulawesi Utara akan menciptakan sejarah baru dalam penyusunan anggaran untuk publik.

Dalam penyampaian nota pengantar R-APBD dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Sulut, Rabu (19/11/2014) lalu, Gubernur SH Sarundajang menyebut anggaran untuk belanja publik atau pembangunan berkisar 78 persen.

"Ini tentu jadi catatan sejarah bagi daerah ini karena alokasi untuk belanja publik atau pembangunan meningkat signifikan mencapai 78 persen dari APBD kita. Oleh karena itu, hal ini tentu harus kita kawal bersama. Bahkan ke depan saya berharap dapat ditingkatkan untuk menjawab harapan publik," ujar Sarundajang.

Dengan besarnya alokasi anggaran untuk sektor belanja publik, Gubernur mengklaim bahwa APBD Sulut 2015 benar-benar prorakyat. Kata dia total pendapatan direncanakan sebesar Rp 2.557.555.499.000, meningkat hampir 100 persen dibanding dengan pendapatan 2011 sebesar Rp 1.339.429.086.105.

Sedangkan untuk belanja, Sarundajang menyebutkan, totalnya direncanakan sebesar Rp 2.641.789.104.310. Pos ini mencakup anggaran belanja tidak langsung yang terdiri dari belanja pegawai, subsidi, hibah, bantuan sosial, bantuan keuangan kepada provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah desa, belanja tak terduga, dan belanja bagi hasil kepada provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah desa direncanakan sebesar Rp 1.517.143.591.687 dan belanja langsung sebesar Rp 1.124.645.512.623.

Untuk belanja publik, pemerintah mengalokasikan Rp 2.061.166.830.073 atau sebesar 78 persen. Belanja aparatur hanya berkisar Rp 580.622.274.237 atau sebesar 21.98 persen. Belanja rutin Rp 682.270.552.983 atau sebesar 25.83 peren. Belanja pembangunan Rp 1.959.518.551.327 atau sebesar 74.17 persen.

Di samping itu, bantuan hibah terjadi peningkatan dari tahun 2014 sebesar 65,20 persen, karena pada TA 2015 terdapat penyelenggaraan pilkada, di mana ada alokasi hibah kepada pemerintah pusat (untuk pilkada) sebesar Rp 105.000.000.000, hibah kepada pemda lainnya Rp 25.000.000.000. Juga ada alokasi hibah kepada lembaga/organisasi Rp 30.360.000.000, hibah kepada kelompok masyarakat Rp 22.742.500.000, hibah BOS satuan pendidikan dasar Rp 337.189.000.000, BOS satuan pendidikan menengah Rp 3.950.000.000.

Adanya penghematan yang cukup besar pada beberapa komponen belanja pada APBD TA 2015 dari KUA PPAS awal, yang dialihkan untuk dipergunakan pada anggaran infrastruktur pada dasarnya dalam rangka pencapaian target RPJMD 2015. Komponen yang dialihkan itu yakni perjalan dinas sebesar 25 persen, rapat/pertemuan di hotel sebesar 75 persen, konsumsi sebesar 50 persen, serta ATK/ATM sebesar 10 persen.(tos)

Update terus informasi terbaru setiap hari di Tribun Manado edisi cetak, dan di www.tribunmanado.co.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved