Kenaikan Harga BBM
Harga Sembako di Pasar Tradisional Tondano Masih Normal, Kecuali Cabe
Tadi saya meninjau langsung para pedangang. Harga masih relatif normal, sesuai dengan harga yang seharusnya.
Penulis: Finneke | Editor: Fransiska_Noel
Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Kepala Pasar Tondano Jefry Angkouw mengatakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat yang diberlakukan sejak Selasa (18/11/2014) kemarin, belum berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Tondano. Sehari setelah pemberlakuan, harga sembako masil relatif normal.
"Tadi saya meninjau langsung para pedangang. Harga masih relatif normal, sesuai dengan harga yang seharusnya. Namun dari semua kebutuhan pokok, hanya cabe yang harganya menonjol yakni Rp 25.000 per liter. Kenaikan cabe ini mungkin karena stok di Minahasa berkurang, sementara permintaan tinggi," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang (Ivansa) meminta Kepada pemerintah kecamatan di Minahasa untuk memantau langsung stok dan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional yang ada.
"Sebagaimana mengantisipasi kenaikan BBM yang akan berdampak kepada masyarakat. Ini dalam upaya hajat hidup masyarakat banyak sehingga pemerintah kecamatan dituntut proaktif dalam melakukan operasi pasar, untuk melihat keadaan perekonomian dalam masyarakat. Antisipasi jangan sampai pedagang menaikkan harga seenaknya," pungkasnya.
Kenaikan BBM pasti berdampak pada harga kebutuhan pokok. Hal ini pun meresahkan sejumlah ibu rumah tangga di Minahasa. Mereka berharap, kenaikan ini takkan terlalu memberatkan masyarakat. Masyarakat kecil agar terbantu dengan program pembangunan pemerintah. (fin)
Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak, Rabu besok (19/11/2014).
Update terus informasi terbaru di www.tribunmanado.co.id