Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kenaikan Harga BBM

BBM Naik, Sopir Angkot di Tomohon Bakal 'Terseok-seok' Bayar Setoran

Kenaikan harga BBM dikeluhkan sopir angkot di Tomohon. Mereka pastikan akan makin sulit bayar setoran.

Tayang:
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel

Laporan Wartawan Tribun Manado, Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi Rp 8.500 khusus premium dan Rp 7.500 untuk solar, sesuai keputusan pemerintah pusat dibawah kendali Presiden RI Joko Widodo, berimbas juga pada naiknya tarif angkutan kota di Kota Tomohon. Pemerintah daerah segera melakukan penyesuaian tarif, agar pengusahan angkutan maupun masyarakat secara keseluruhn, tidak dirugikan dengan kebijakan naiknya harga BBM tersebut.

“Pemerintah daerah akan segera melakukan penyesuaian kenikan tarif angkutan, setelah harga BBM dinaikkan oleh pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, sebab saat ini masih dirapatkan,” kata Jimmy Eman, Walikota Tomohon.

Andrikus Wuwung, Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kota Tomohon menambahkan pemerintah daerah belum bisa langsung menerbitkan surat keputusan penyesuaian tarif, sebab hingg kini belum menerima surat resmi soal kenaikan BBM tersebut dari pemerintah pusat atau provinsi. “Karena belum ada surat resmi soal kenaikan BBM, maka Pemerintah Kota Tomohon juga belum bisa melakukan penyesuaian tarif khusus angkutan dalam kota, sebab belum ada dasar acuannya,” jelasnya.

Penyesuaian kenaikan tarif angkutan menurut Wuwung memang tak bisa diputuskan sendiri oleh pihaknya, namun melibatkan elemen terkait lainnya dalam pemerintah, sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat. “Karena kenaikan harga BBM mendadak, cukup mengejutkan juga. Makanya penghitungan penyesuaian sementara dilakukan, sambil menunggu surat edaran dari pemerintah provinsi. Kalaupun naik, mungkin tidak akan berbeda jauh dengan sebelumnya,” tuturnya.

Di Kota Tomohon, kini ada 685 angkutan kota yang beroperasi melayani 23 trayek dengan tarif yang bervariasi. Misalnya, khusus trayek Terminal Beriman-Perum Uluindano dan Terminal Beriman-Tumatangtang tarifnya Rp 2.900 tapi terkadang penumpang membayar dengan tarif Rp 3 Ribu per orang.

Jacky Sinaulan, sopir trayek Terminal Beriman-Tumatangtang mengakui cukup kesulitan untuk memenuhi setoran dengan naiknya harga BBM khusus premium menjadi Rp 8.500 per liter. Sebab, dirinya tidak bisa secara otomatis menaikkan tarif secara sepihak, sebelum ada keputusan pemerintah. “Karena tarif angkutan kota belum dinaikkan pemerintah, sebenarnya saya sendiri rugi karena premium sudah naik harganya. Tidak menutupi ongkos yang dikeluarkan, tapi mudah-mudahan tarifnya cepat disesuaikan pemerintah,” ungkapnya.

Jacky kini hanya berharap pengertian dari penumpang, meski tarif rata-rata masih Rp 3 Ribu, namun ada masyarakat yang dengan kesadaran tinggi membayar dengan tarif Rp 4 Ribu. “Idealnya memang tarif dinaikkan hingga Rp 4 Ribu, agar setoran bisa mencukupi, begitu juga dengan gaji untuk menghidupi keluarga, bisa didapat,” tegasnya.

Setiap hari ia mengaku harus mendapat uang Rp 200 Ribu, dimana Rp 100 Ribu untuk disetorkan kepada bosnya, sedangkan sisanya untuk dibawah pulang ke rumah. “Tidak masalah sebenarnya jika harga BBM naik, asalkan kenaikan tarif cepat disesuaikan, sehingga semuanya saling menutupi, tidak ada yang dirugikan,” tukasnya. (War)

Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak, Rabu besok (19/11/2014).

Update terus informasi terbaru di www.tribunmanado.co.id

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved