Kenaikan Harga BBM
BBM Naik Dongkrak Inflasi, Rica Tembus Rp 70 Ribu per Kilo
Perkiraan kita dampak BBM total akan meningkatkan inflasi 1,96 persen," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Luctor Tapiheru.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Laporan Wartawan Tribun Manado, Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) memperkirakan dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi Rp 2.000 yang telah diberlakukan oleh pemerintah akan meningkatkan inflasi 1,96 persen.
"Perkiraan kita dampak BBM total akan meningkatkan inflasi 1,96 persen," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Luctor Tapiheru.
Menurutnya sejak kenaikan BBM yang diberlakukan pada pukul 00.00 Wita. Pihaknya bersama dengan Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan melakukan sidak pasar. Dari sidak yang dilakukan beberapa barang naik sejak empat hari yg lalu.
Untuk itu TPID akan segera rapat untuk menyusun langkah-langkah antisipasi, khususnya agar barang-barang kebutuhan masyarakat distribusinya lancar dan tersedia di pasar.
Hal ini karena upaya pengendalian tekanan inflasi yang berasal dari non-BBM juga perlu terus dilakukan antara lain melalui peningkatan produksi, memperlancar distribusi, mengelola pasokan pangan dan membangun kerjasama antar daerah dalam penyediaan pangan strategis.
Dari sidak yang dilakukan yang cabai rawit dari minggu lalu Rp 40 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Untuk telur ayam dari Rp 1.200 per butir menjadi Rp 1.400 per butir. (erv)
Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak, Kamis besok (19/11/2014).
Update terus informasi terbaru di www.tribunmanado.co.id