Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Waruga Minamanua Tondano Tertutup Rawa

Situs budaya waruga Minawanua Tondano tertutup rawa, tak terurus.

Penulis: Finneke | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Situs budaya waruga Minawanua Tondano tertutup rawa, tak terurus. Banyak pihak sangat menyayangkan jika warisan budaya tersebut tak diperhatikan sama sekali. Meidy Y Tinangon, Ketua OKP Gerakan Minahasa Muda pun meminta Pemkab agar bergerak.

"Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini dinas terkait agar lakukan langkah antisipatif maupun preventif agar waruga tersebut tak punah. Kecuali kalau memang waruga mau dilenyapkan," ujarnya Senin (10/11).

Menurutnya, waruga yang di dekat dengan Benteng Moraya tersebut haruslah dipertahankan dalam rencana proyek kawasan wisata Benteng Moraya. "Karena jika tinggal monumen yang dibangun, nilai originalitasnya kurang," tuturnya.

Pihaknya pun akan menyampaikan hal itu ke legislator DPRD Minahasa, agar segera ditindaklanjuti. "Kita akan dorong legislator untuk memerhatikan itu. Apalagi ada dua legislator yang tinggal dekat situ. Sayang sekali jika warisan ini tak diperhatikan," ujar Meidy.

Sekretaris Daerah Minahasa, Jeffry Korengkeng saat diminta keterangan mengatakan pihaknya akan segera membenahi lokasi tersebut. Itu bersamaan dengan dibangunnya kawasan wisata budaya Benteng Moraya.

"Memang sangat disayangkan jika itu dibiarkan begitu saja. Kita akan segera tata itu. Karena itu merupakan warisan budaya para leluhur kita," pungkasnya.

Tak mudah untuk bisa ke lokasi waruga Minawanua Tondano yang berisi 40 waruga tersebut. Berada di tengah rawa - rawa, dengan medan berat untuk tiba di lokasi. Berdekatan dengan Benteng Moraya dan Danau Tondano. Beberapa waruga masih berdiri kokoh, namun lainnya telah roboh.

Waruga sendiri adalah makam yang terbuat dari batu yang dipahat dan dibentuk seperti rumah khas orang Minahasa. Waruga dahulu digunakan sebagai sarana pemakaman keluarga yang ditaruh di pekarangan atau di kolong rumah. Namun, tidak semua orang yang memiliki waruga. Hanya orang-orang yang mempunyai status sosial yang cukup tinggi saja yang memilikinya. (fin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved