Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasib-nasib, Gara-gara Ini Warga Tataaran I Minahasa Sering Kebanjiran

Sejumlah warga di Kelurahan Tataaran I mengeluh karena sering terkena banjir.

Penulis: Finneke | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Banjir di Minahasa, sejumlah warga di Kelurahan Tataaran I mengeluh karena sering terkena banjir. Hal itu karena saluran air di tengah persawahan Boulevard Tondano telah tertutup sampah. Warga pun meminta Pemkab Minahasa agar memperjelas Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah.

"Di saluran air tersebut sampah menumpuk, akibatnya beberapa warga sering kena banjir. Entah karena kurangnya armada sampah, atau kurangnya kesadaran masyarakat. Yang pasti Perda tentang sampah harus dipertegas. Hal ini agar penanganan sampah jelas," ujar Sekretaris KNPI Minahasa Edwin Pratasik, Minggu (9/11/2014).

Edwin pun menyentil soal retribusi sampah yang telah dibayar warga, namun sudah dua minggu lebih sampah warga belum diangkut juga. "Kadis Pasar dan Kebersihan supaya turun lapangan, lakukan inspeksi mendadak. Banyak masyarakat yang mengeluh. Pun demikian keluarga - keluarga yang sering jadi korban banjir, agar diperhatikan. Bisa saksikan langsung kondisi lapangan, agar melihat langsung kondisi yang sangat memprihatinkan," pungkasnya.

Kadis Pasar dan Kebersihan Minahasa, Vicky Tanor saat diminta keterangan mengatakan sampah di saluran air tersebut sudah beberapa kali diangkat. Hanya saja hingga saat ini, sampah terus saja menumpuk. "Kami sering kerja bakti di situ, namun tiap waktu selalu saja ada sampah di situ," ungkapnya.

Terkait belum diangkutnya sampah warga, hal itu karena masih diperbaikinya jalan masuk TPA Kulo. Sehingga pihanya tak bisa masuk ke lokasi. Vicky pun menyebut hal itu sudah dijelaskan pada waktu lalu. Untuk Perda, sudah ada draft dan tinggal diajukan ke DPRD. "Semoga tahun depan sudah ok," ucapnya singkat.

Vicky menegaskan, pihaknya pasti mengatur tentang larangan dan sanksi, serta kewajiban. Namun menurutnya, yang paling penting adalah kesiapan sarana dan prasarana. "Kami sudah lakukan koordinasi dengan KNPI Minahasa untuk lakukan kerja bakti kembali di lokasi tersebut. Terakhir sekali, memohon dengan sangat dan sangat kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran dan selokan, karena dampaknya akan terjadi banjir dan penyakit," pintanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved