Gula Rafinasi tak Lagi Beredar Bebas di Sulut
Gula rafinasi di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini hanya beredar terbatas.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Gula rafinasi di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini hanya beredar terbatas. Dalam pengertian hanya diperuntukan bagi industri saja, sedangkan untuk dikonsumsi masyarakat telah ada Gula Kristal Putih (GKP) yang cukup banyak di pasaran. (baca juga: Penjualan Gula Rafinasi, Janji Kansil Pemprov Ketat Mengawas)
"Saat ini gula rafinasi tidak lagi beredar bebas pasaran, sebab gula tersebut hanya diperuntukan untuk industri. Sedangkan gula untuk konsumsi langsung adalah GKP yang stoknya mencukupi," tutur Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong.
Wajong menambahkan stok GKP yang cukup banyak, mampu memenuhi permintaan konsumen, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk gula rafinasi, hanya diperuntukkan bagi industri, pembelian harus ke distributor. Gula tersebut tidak boleh lagi beredar bebas di pasar swalayan atau tradisional.
Setiap bulan stok gula sebesar 9.000 ton setiap bulannya. Sedangkan kebutuhan masyarakat di Sulut per bulannya 3.500 ton.
Terpisah, Kepala Perum Bulog Divre Sulut Yayan Suparyan mengungkapkan menjual gula kristal putih (GKP)di 15 kabupaten dan kota di daerah tersebut. Setiap minggu petugas dari Bulog GKP hingga ke pelosok desa, sama seperti tujuan penerima beras miskin (raskin). "Harga jual GKP per kilogramnya Rp 10.500," ungkapnya.
Saat ini masyarakat juga bisa membeli gula pasir di Bulog Mart yang berlokasi dibeberapa titik di Manado dan Bitung. (erv)