Tragedi Es Brenebon di Manado
Korban Dugaan Keracunan Es Brenebon KB Ini Lapor ke Polres Manado
Seorang korban dugaan keracunan makanan, tragedi Es Brenebon di Manado melaporkan pihak Restoran Kawan Baru di Polres Manado.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang korban dugaan keracunan makanan, tragedi Es Brenebon di Manado melaporkan pihak Restoran Kawan Baru di Polres Manado. Korban ini merupakan seorang dari sekitar lebih dari 20 korban berdasar data kepolisian (Baca: Polisi: Dugaan Keracunan 20 Orang Warga Manado Dirawat di RS), yang terbaring di rumah sakit ditengarai akibat mengonsumsi es brenebon Restoran Kawan Baru. Seorang balita Steve Immanuel Waroka (4) meninggal setelah mengonsumsi menu yang sama di restoran tersebut, namun untuk kasus Steve Dokter menyatakan bukan akibat keracunan makanan (Baca: Balita Manado Tewas Dugaan Keracunan, Ini Penjelasan Dokter). Sementara polisi memiliki keterangan yang berbeda (Baca: Polres Manado: Balita Meninggal Bukan Keracunan tapi Kekurangan Cairan).
Verra Karundeng menyambangi Polresta Manado, Kamis (6/11/2014). Korban diduga juga jadi korban keracunan akibat mengonsumsi es kacang merah brenebon akhirnya melaporkan kejadian yang mereka rasakan.
Mengisahkan, Ia warga Desa Suluan Jaga VI Kecamatan Tombulu Minahasa bersama dengan Gracia Nadia Paat menuju ke Manado karena ingin berbelanja.
Minggu (26/10/2014) bulan lalu dia bersama dengan anaknya mampir di Kawan Baru Manado Town Square pada pukul 17.00 Wita dan mengonsumsi es kacang merah (brenebon). "Selesai minum es itu saya dan anak saya merasakan pusing, sakit perut, serta muntah-muntah," ujarnya.
Lanjutnya, mereka dirawat di RS Advent Teling Manado. "Karena masih sakit saya baru sekarang melaporkan," tuturnya.
Kasat Reskrim, Dewa Made Palguna, General Manager dan koki sudah diperiksa dan akan ditindak lanjuti dan sudah bekerjasama dengan balai POM Manado, dinas kesehatan Kota Manado, mengandung bakteri E-Coli, (Baca: BREAKING NEWS: Bakteri E.coli Ditemukan di Sampel Es Brenebon). "Setelah diperiksa mereka akan bertanggungjawab kepada korban," Singkat Palguna.