Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

JWS-Ivansa Kejar Ketertinggalan Minahasa

Tanah yang awalnya hanya satu kabupaten ini, kini telah mekar menjadi lima daerah otonom.

Penulis: Finneke | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO - Usia 586 tahun bukan waktu yang singkat bagi Minahasa sebagai kabupaten. Tanah yang awalnya hanya satu kabupaten ini, kini telah mekar menjadi lima daerah otonom.

BELUM lagi calon daerah otonom baru (DOB) Kota Langowan dan Kabupaten Minahasa Tengah yang sementara berproses. Tak hanya itu, gaungan Minahasa Barat pun telah menggema beberapa waktu belakangan ini.

Banyak orang beranggapan sebagai kabupaten induk, pembangunan di Minahasa telah jauh tertinggal dengan daerah pemekaran lainnya. Namun Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Wakil Bupati Ivan Sarundajang, berkomitmen untuk membawa Minahasa ke perubahan.

JWS dalam berbagai kesempatan menyebut, kebangkitan Minahasa dimulai dari Danau Tondano, sebagai ikon Minahasa. Pihaknya pun menggencarkan penataan danau yang telah dimulai tahun 2014 ini.

Seperti proyek revitalisasi danau yang menelan dana Rp 72 miliar. Proyek yang dicanangkan 18 Agustus itu akan dirampungkan pada akhir Desember 2014. Menurut JWS, proyek revitalisasi tersebut akan berimbas pada pariwisata lainnya yakni pusat kebudayaan dan kuliner di Benteng Moraya.

"Pada tanggul menuju Peleloan, akan ada terminal pariwisata. Tahun depan kawasan Benteng Moraya segera dibangun. Jika telah rampung, akan mengundang banyak wisatawan. Dan rencananya akan dicanangkan Minahasa sebagai kota budaya," ujarnya saat pencanangan tersebut.

Menyusul proyek revitalisasi tersebut, Pemkab Minahasa bekerja sama dengan pihak ketiga akan melakukan terobosan di Danau Tondano. Yakni membangun restoran terapung yang akan dirampung Desember 2014. Menurut JWS, itu akan menjadi magnet bagi wisatan lokal dan internasional. "Ini program luar biasa. Saya yakin ini akan sukses," ujarnya Senin (3/11) sesuai meninjau stan di Minahasa Expo.

Ternyata, kata JWS, ada pengusaha lokal yang mau dan mampu berinvestasi di Danau Tondano. Ia pun sebagai pemerintah akan menyediakan fasilitas untuk itu. "Ini menarik. Ada produk galangan kapal dan ponton dari orang Minahasa, yakni ibu Ria Mailangkay asli Tataaran. Pengusaha yang ingin buat restoran itu, kami sediakan," pungkasnya.

Tahun 2015 pun, ujar JWS, selain pengoperasian restoran apung, pihaknya akan membenahi pulau likri yang berada di tengah danau. "Likri akan direklamasi untuk dibangun restoran terbuka. Revitalisasi selesai, kanal dibangun, restoran apung jalan. Ini baru di Danau Tondano, belum lagi wisata budaya Tondano yang sementara dibangun," ucapnya.

Sementara itu, Ria Mailangkay, pihak ketiga saat dimintai keterangan mengatakan anggaran untuk restoran apung dengan galangan kapal tersebut menghabiskan dana Rp 1,3 miliar. Dibuat oleh 29 teknisi dan berkapasitas 50 - 75 orang.

"Dermaganya akan dibuat di Tonsaru. Kami pakai mesin tempel. Saat ini 50 - 75 orang, namun kami akan lihat kapasitasnya sejauh mana. Potensi ini sangat baik untuk pariwisata di Minahasa. Bisa makan dan menikmati indahnya Danau Tondano. Makanya saya langsung usulkan ini ke Pak Bupati untuk dioperasikan," ujar Direktur GHM Farmtech ini.

Selain hal itu, di tahun ke-586 ini, JWS bersyukur karena terus meningkatnya potensi - potensi di Minahasa. "Kita tentu bersyukur, tiap tahun terjadi peningkatan potensi yang ada di tiap SKPD maupun kecamatan. Itu artinya masyarakat Minahasa sudah semakin pintar dalam mengolah semua potensi di bidang pertanian, industri dan lainnya yang bisa meningkatkan tara hidup masyarakat," ujarnya.

Ia mencontohkan perkembangan di bidang pertanian misalnya. Terobosan yang dilakukan yakni pola tanam baru untuk cengkih, yakni obat untuk memberantas ulat yang menempel di batang. "Nah, itu sementara dikembangkan. Kita akan coba terus, kalau hasilnya bagus akan dilakukan penggandaan dan dibagikan pada para petani. Karena cengkih di Minahasa punya pengaruh besar," jelasnya.

Pun demikian dengan industri. Terjadi peningkatan transaksi di Dinas Perindustrian. Hal itu menunjukkan peningkatan kualitas industri kerajinan pada warga. "Hal - hal itu menjadi contoh meningkatkan potensi - potensi yang ada. Itu artinya taraf hidup masyarakat Minahasa semakin tinggi. Dan pemerintah pasti mengupayakan hal itu untuk terus berkembang," pungkasnya. (finneke wolajan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved