Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Inflasi Manado Diluar Ekspektasi

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) memprediksi Inflasi sebesar 0,29 persen.

Penulis: | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Inflasi Manado sebesar 1,42 persen pada Oktober 2014, diluar ekspektasi. Sebab sebelumnya Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) memprediksi Inflasi sebesar 0,29 persen.

"Inflasi 1,42 persen diluar ekspektasi kami," ungkapnya Asisten Direktur Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Eko Siswantoro, Senin (3/11/2014).

Siswantoro menambahkan apalagi inflasi yang terjadi karena adanya kenaikan elpiji 12 kilogram yang masuk dalam kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.

Sebab menurutnya pada Oktober pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap elpiji, yang menurutnya tidak ada gejolak harga di masyarakat. "Oleh karena itu, pihaknya akan semakin meningkatkan koordinasi antar instansi terkait agar inflasi semakin bisa dikendalikan.

Saat ini TPID di Sulut baru terbentuk di 10 kabupaten dan kota di Sulut. Jika nantinya telah terbentuk diharapkan lebih mampu mengendalikan inflasi.

Selain itu, jika saat ini hanya Manado saja yang menjadi ukuran di Sulut, melainkan ada kota lainnya. "Seperti Bitung yang mungkin bisa menjadi ukuran," tutur Siswantoro.

Untuk itu, dalam Workshop TPID se-Sulut pada 31 Oktober 2014 telah disepakati antara lain pembentukan TPID dalam waktu dekat bagi kabupaten dan kota yang terbentuk seperti Sitaro, Sangihe, Minsel, Minut, Bolmong dan Bolsel.

Selain itu, menentukan critical point program kerja TPID disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Beberapa critical point secara garis besar dapat terdiri dari ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi ekspektasi.

Melakukan pemantauan harga bahan pangan berdasarkan data yang bersumber dari SKPD teknis juga harus dilakukan.

TPID kabupaten dan kota juga harus menerbitkan data harga komoditas strategis ditingkat pasar dalam rangka pengembangan Pusat Informasi Harga Bahan Pokok Strategis (PIHBS) hingga level kabupaten/kota bagi yang sudah memiliki data tersebut. "Selain itu terdapat pula kesepakatan lain yang nantinya menjadi fokus TPID daerah di Sulut," ujar anggota dari TPID Sulut. (erv)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved