Di Kotamobagu, Angka Kematian Bayi Berusia Sebulan Tinggi
Belasan anak di Kotamobagu meninggal dunia sebelum berusia satu bulan.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU- Belasan anak di Kotamobagu meninggal dunia sebelum berusia satu bulan. Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor satu di antaranya kurang pengetahuannya masyarakat dalam mendeteksi secara dini resiko pada ibu hamil.
"Untuk menekan jumlah kematian dibutuhkan peran masyarakat untuk bisa melakukan deteksi awal resiko ibu hamil, untuk penanganan cepat dalam arti cepat dan tepat waktu untuk dirujuk," kata Sunarti Paputungan ,SKM, M.Kes, Pengelola program kesehatan ibu dan anak dinas kesehatan Kota Kotamobagu.
Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui Tribun Manado, pada kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan anak di Restaurant Lembah Bening, Kelurahan Sinindian Jumat (31/10) yang dimulai pada Pukul 08.00 Wita sampai pada sekitar Pukul 14.00 Wita.
Berdasarkan data dinas kesehatan, jumlah kematian anak balita tahun 2013 ada 14 anak dan 2014 naik menjadi 28 anak 13 di antaranya meninggal sebelum usia satu bulan. Untuk ibu 2013 ada empat orang dan menurun pada 2014 menjadi tiga orang.
Penyebabnya untuk anak yang meninggal disebabkan karena beberapa penyakit antara lain berat badan lahir rendah, kurang atau susah bernafas (asfiksia), tetanus atau infeksi, cacat bawaan seperti tidak ada batok kepala atau tempurung kepala, dan jantung bocor. Sedangkan untuk ibu hamil meninggal disebabkan oleh penyakit jantung, TBC, dan infeksi.
Pada sosialisasi yang pesertanya adalah ibu-ibu dari kader kesehatan dan tim penggerak pkk ini, pembawa materi memberikan pengetahuan seputar penanggulangan resiko ibu hamil.
Adapun beberapa materi yang diberikan antara lain, materi peran serta kader dalam penanggulangan penyakit TBC pada ibu hamil oleh Vony Kawuwung dari bagian penanggulangan penyakit dan wabah dinas kesehatan.
Peran serta kader sebagai duta Air Susu Ibu (ASI) oleh Silvana Lucky Kopandaha Amd. Gz Pengelola data gizi puskesmas Gogagoman. Dalam pembahasannya bayi itu harus diberikan ASI pada usia satu sampai enam bulan, karena dalam ASI itu mengandung zat antibodi, anak tidak mudah terserang penyakit infeksi, kedekatan ibu dan anak, serta lebih bersih dan ekonomis.
Peran tim pkk, dalam menggerakkan masyarakat mendukung Program Kesehatan Ibu dan Anak, oleh Direktur Rumah Sakit (RS) Kotamobagu, Dr. Sari Pangerang, M.Kes.
Dan materi terakhir Skrining atau deteksi faktor resiko pada ibu hamil yang gunanya untuk mengetahui secara dini resiko pada ibu hamil, seperti darah tinggi, anemia atau kurang darah. Materi ini disampaikan oleh Sunarti Paputungan, SKM, M.Kes,
Pengelola data kesehatan ibu dan anak dinas kesehatan.
Pesertanya antusias mengikuti kegiatan ini. "Ini dapat menambah pengalaman saya tentang resiko ibu hamil dan cara penanggulangannya sehingga saya dapat membantu dengan penanganan yang tepat jika ada ibu hamil yang membutuhkan," ujar Hajalina Mamonto (58), Kader dari Kelurahan Kobo kecil.
Peserta lain Ni Made Irawati (34) Tim Penggerak PKK dari Kelurahan Motoboi Besar mengaku dengan ini pengetahuannya bisa bertambah dan nanti akan memberitahukannya kepada masyarakat.(dik)