Disebut Dukung Pemekaran Minahasa Barat, Bupati JWS: Itu Cuma Perasaan!
Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang didaulat sebagai tokoh pemekaran Minahasa Barat.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang didaulat sebagai tokoh pemekaran Minahasa Barat oleh Presidium Badan Musyawarah Pembentukan Kabupaten Minahasa Barat (BMPKMB). Penghargaan tersebut diberikan saat rapat akbar yang digelar Selasa (28/10/2014) lalu di Mokupa.
Ivansa mengatakan inti dari pemekaran adalah mendekatkan pelayanan pemerintah pada masyarakat. Menurutnya, apalah arti luas dan besar wilayah, kalau masyarakat tak sejahtera.
"Pemerintah Kabupaten Minahasa mendukung penuh aspirasi masyarakat Minbar dalam upaya pembentukan DOB. Minbar jika menjadi DOB, akan membuka peluang mensejahterahkan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Saya pasti mendukung penuh wacana ini," ujarnya Rabu kemarin.
Langkah selanjutnya, kata Ivansa, delegasi Minbar untuk segera mendaftarkan calon DOB Minbar ke Kementrian Dalam Negeri dalam hal ini Dirjen otonomi daerah bersama sekretariat DPR RI. "Namun biarlah semuanya berproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita tunggu saja prosedur aturan yang ada sambil menjalan ketentuan yang ada," tuturnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam kampanye Pilkada 2012 lalu, Janjte Wowiling Sajow (JWS)- Ivansa menjanjikan dukungan terhadap pembentukan Minbar di Dapil I tersebut. Hal saat inilah ia membuktikan janji kampanyenya saat itu.
"Kalau masyarakat menagih janji, saya penuhi. Asalkan sesuai dengan aturan, serta memenuhi persyaratan sesuai yang diamanatkan Undang-undang," tegasnya.
Sementara itu, JWS dalam menanggapi terbentuknya Minbar meminta agar masyarakat melihat secara positif, rasional dan objektif. Menurutnya, apa yang diperjuangkan tak serta merta langsung jadi.
"Jalan masih panjang, Kota Langowan saja sudah hampir 5 tahun perjuangan belum selesai. Demikian juga kita harus menunggu sikap Presiden RI Jokowi tentang pemekaran," tuturnya.
JWS meminta semua elemen untuk saling mendukung, tak saling memanfaatkan atau mengambil keuntungan politik. "Semua yang dilakukan butuh kajian Pemerintah. Tidak usah saling menekan apa lagi memaksakan diri,tetapi dilakukan dengan baik. Kalau berhasil semua untuk rakyat. Dan ingat Mimbar hanya lima kecamatan. Jika tidak bulat berarti tantangan, jika bulat maka perjuangan dimulai," urainya.
Dia pun membantah jika ada informasi yang beredar pada masyarakat kalau dirinya tak mendukung Minbar. Ia menjelaskan, jauh sebelum deklarasi Badan Musyawarah Masyarakat Tombulu, ia sudah mendukung Minbar. Namun setelah ia terpilih menjadi Bupati Minahasa, ia hanya meminta masyarakat Minbar untuk bersabar.
"Kapan dan dimana saya pernah berkata tidak mendukung? Saat mana ada pernyataan JWS seperti itu? Itu cuma perasaan. Saya hanya minta beri kesempatan Bupati untuk membangun Infrastruktur Minbar. Sudah sekian tahun pembangunan lambat, nanti ada saatnya Mimbar kita perjuangkan bersama. Saya minta maaf karena tidak hadir dalam deklarasi, karena saya tidak diundang," ungkap JWS.
Terpisah, Sekretaris Presidium BMPKMB Raymod Frans didampingi bendahara Petrus Adam mengapresiasi Ivansa atas dukungan penuh terbentuknya calon DOB Minbar. "Ini artinya Pemkab Minahasa sangat mementingkan kesejahtraan masyarakat. Apa yang menjadi kerinduan masyarakat menjadi DOB diharapkan dapat segera terpenuhi. Namun tentunya harus melalui mekanisme dan aturan yang ada," tuturnya. (fin)
Update terus informasi terbaru setiap hari di Tribun Manado edisi cetak, dan di www.tribunmanado.co.id