Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cek Garam Beryodium, Dinkes Kotamobagu Datangi Rumah Warga

Satu persatu rumah warga yang ada balitanya dikunjungi, mengecek garam yang digunakan beryodium atau tidak.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU -  Satu persatu rumah warga yang ada balitanya dikunjungi, mengecek garam yang digunakan beryodium atau tidak. Itulah cara yang dilakukan pengelola program gizi dinas kesehatan Kotamobagu dan tenaga gizi puskesmas, untuk memantau status gizi di Kotamobagu.

"Kekurangan yodium bisa membuat anak-anak menjadi pendek atau cebol, menyebabkan penyakit gondok pada orang dewasa, dan membuat berat badan lahir bayi rendah," ujar  Pengelola Laporan Gizi Dinas Kesehatan Kotamobagu, Desak P. Indrawati, SKM, M.Kes, kepada Tribun Manado, Rabu (22/10).

Selain itu, untuk pemantauan status gizi balita juga dilakukan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, yang dilakukan di lima puskesmas pada empat kecamatan yang ada. "Partisispasi masyarakat dalam membawa balita ke posyandu tahun ini sudah meningkat mencapai 70 persen," kata Desak

Kegiatan yang merupakan program tahunan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tumbuh kembang anak-anak yang ada di Kotamobagu, "Kegiatan ini sudah berlangsung sejak awal september sampai pada akhir bulan ini," ujar Desak. (dik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved