Promosi ke Luar Negeri, Produk IKM Sulut Terkendala Kemasan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkenalkan Industri Kecil Menengah (IKM) ke luar daerah.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkenalkan Industri Kecil Menengah (IKM) ke luar daerah. Satu di antaranya dengan mengikut sertakannya dalam berbagai pameran di luar daerah.
"Sulut memiliki banyak potensi yang perlu diperkenalkan ke dunia luar, terutama produk IKM yang telah memiliki kualitas yang cukup baik," ujar Kepala Bidang Pengembangan IKM Disperindag Sulut Alwy Pontoh, Minggu (19/10/2014).
Pontoh menambahkan dengan demikian produk tersebut bisa dipasarkan keluar daerah, bahkan luar negeri. Biasanya ketika dipamerkan produk IKM Sulut memiliki peminatnya.
Hanya saja, perlu dilakukan pembinaan seperti untuk meningkatkan kemasan maupun promosinya.
Untuk memperbaiki kemasan IKM, disperindag Sulut telah memiliki rumah kemasan yang nantinya akan membantu IKM agar produknya menarik minat orang yang melihat.
Sedangkan promosi, Disperindag berusaha mengikut sertakan produk IKM Sulut ke berbagai event, seperti beberapa waktu lalu dalam pameran Cahaya Timur Indonesia (CTI) yang merupakan ajang promosi produk-produk dari wilayah timur Indonesia.
Dalam event tersebut, produk IKM yang dipamerkan antara lain rumah panggung, produk pangan dan kain bentenan. Dalam pameran tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan IKM di Indonesia timur yang masih ketinggalan dibanding dengan wilayah barat.
Untuk wilayah Indonesia timur memiliki bahan baku yang sangat baik dan berkualitas, namun sumber daya manusia belum bisa memanfaatkannya dengan maksimal sehingga harus bergantung bahan baku dari Jawa.
Selain itu, ada masalah teknologi yang belum bisa sepenuhnya diberikan, melainkan harus bertahap karena industrialisasi memerlukan proses secara perlahan.
Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Luctor Tapiheru mengungkapkan Sulut menjadi prioritas untuk perkembangan UMKM, termasuk didalamnya IKM. Setiap tahun, jumlah UMKM di Sulut mengalami peningkatan rata-rata di atas 30 persen.
Semakin berkembanganya kegiatan tersebut , menunjukkan daerah ini sangat baik dan menarik bagi dunia bisnis serta investasi. Apalagi pada beberapa tahun terakhir, perkembangan usaha meningkat pesat, khususnya di Manado, Bitung, dan Tomohon. (erv)