Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bentrokan di Tataaran Minahasa

BREAKING NEWS: Inilah Kondisi Kampus Unima Tondano Pagi Ini Pasca Bentrokan

Pasca bentrok warga Tataaran II dan Mahasiswa Papua, hari ini Senin (20/10/2014), kampus Unima.

Penulis: Finneke | Editor: Fransiska_Noel

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Pasca bentrok warga Tataaran II dan Mahasiswa Papua, hari ini Senin (20/10/2014), kampus Unima sepi. Dari informasi yang dirangkum, mahasiswa trauma ke kampus akibat peristiwa tersebut.

Seperti yang terpantau di sejumlah status media sosial facebook. Jesica Karouw misalnya, seorang pegawai di FIS Unima. Di akun Facebooknya, ia menulis "Kampus sunyi, teman-teman ayo datang kuliah. Kondisi aman, TNI dan Polri berjaga," ujarnya.

Dalam beberapa komen mahasiswa, mereka menulis ketakutan mereka untuk ke kampus karena alasan keamanan.

Senada diungkap mahasiswa Unima lainnya, Gaby Luntungan. Ia mengaku takut ke kampus, jangan-jangan bentrok pecah lagi. "Keadaan masih panas, saya takut ke kampus. Tak minta-minta bentrok pecah lagi," ujarnya via BBM.

Bentrok tersebut pecah pada Minggu (19/10/2014) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya seorang mahasiswa semester VII Politeknik Manado yang diketahui bernama Petrus Tabuni (22) harus meregang nyawa. Sementara dua mahasiswa Papua lainnya Lemius Kwa (26) yang tinggal di wilayah Tanjung Batu, dan Armin Ikwa (18) yang tinggal asrama Nani Jaya Politeknik harus dirawat inap dalam keadaan kritis.

Di kubu warga Tataaran, Jhoni Moningka (45) kena panah pada bagian kepala, satu tusukan di pinggang kiri dan tangan kanan patah. Juga belasan hingga puluhan orang mengalami luka berat dan luka ringan.

Tak hanya itu, selain korban jiwa, korban materiil turut dialami, terutama warga Tataaran. Puluhan rumah warga di sepanjang jalan menuju kampus Unima dan jalan lorong SMA 2 Tondano dirusak mahasiswa Papua. Terpantau kaca-kaca rumah pecah, dan beberapa mobil yang diparkir di garasi turut dihancurkan.

Saat acara tersebut usai, sejumlah mahasiswa yang diketahui telah meneguk minumas keras mengarah ke pusat pertokoan Tataaran. Mereka kemudian bertemu dengan sekelompok warga Tataaran yang juga telah meneguk minuman keras. Keduanya kemudian terlibat adu mulut, dan adu jotos pun tak terhindarkan.

Kedua kubu yang bentrok menggunakan barang tajam seperti tombak, panah, panah wayer dan parang. Petrus Tabuni, korban meninggal langsung meregang nyawa di tempat dengan luka - luka potong di sekujur tubuhnya. Sementara korban luka lainnya turut berjatuhan.

Cek - cok awal tersebut ibarat bola langsung, semakin menggelinding semakin besar. Mahasiswa Papua mulai memanggil teman-teman mereka, sementara warga pun mulai turun ke jalan untuk siaga. Mahasiswa Papua yang tahu temannya meninggal langsung bereaksi keras. Emosi mereka dilampiaskan pada rumah - rumah warga serta kendaraan - kendaraan yang diparkir. Warga Tataaran pun berang dan langsung mengejar balik para mahasiswa tersebut. 

Ikuti terus perkembangan berita ini di www.tribunmanado.co.id dan di Tribun Manado edisi cetak, Selasa besok (21/10/2014).


Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved