Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ratusan Pemuda Tes Secaba TNI AD, Hanya Sebanyak Ini yang Diterima

Pelamar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dapat kemudahan informasi.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pelamar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dapat kemudahan informasi. Hasil tes akan disampaikan langsung kepada pelamar Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier TNI AD.

Keuntungannya pelamar dapat mengetahui kekurangan saat tes. Kelemahan itu bisa diperbaiki lagi, supaya bisa lulus saat tes di tahun berikutnya.

Demikian disampaikan Sub Panitia Daerah (Supanda) Manado, untuk penerimaan TNI AD Wilayah Sulut dan Gorontalo Sekertaris Satu Mayor Inf Agus Hermanto kepada Tribun Manado saat seleksi di aula Korem 131/stg, Senin (13/10/2014).

Kebijakan itu dirasakan pelamar sangat membantu. Satu di antaranya Julio Van Gobel (18), asal Dusun I, Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Ia merupakan satu di antara pelamar yang dinyatakan tidak lulus.

"Saya tentunya kecewa, tapi ini jadi pengalaman, karena kami diberitahukan apa yang menjadi kelemahan untuk selanjutnya dapat memperbaikinya nanti jika ada penerimaan ulang. Berdasarkan hasil, saya untuk postur dan berkas lolos, tapi saya gagal saat pemeriksaan gigi," ungkapnya.

Sebelum seleksi, telah dibuka pendaftaran penerimaan TNI yang dimulai pada 15 September dan sudah berakhir 8 Oktober. Jumlah pelamar ada 303 orang yang terdiri dari 281 pria dan 22 wanita. Kini mereka sudah sementara menjalani proses seleksi. Pada proses ini para pelamar akan mengikuti dua tahapan, yang pertama tes kesehatan awal yang diawasi dan dilaksanakan dari Korem dan Kodam, sedangkan tahap kedua, seleksi bidang kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi, tes kesehatan tahap dua oleh Mabes TNI AD di Rindam 7 Wirabuana Makassar.

Tahapan seleksi pertama yang dilaksanakan di Korem 131/stg dimulai pada 11 hingga 14 Oktober 2014 dengan jumlah pelamar yang dites ada 80 orang per harinya. Seleksi pertama ini didalamnya ada pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan kesehatan awal.

Untuk pemeriksaan administrasi akan dilihat kelengkapan berkas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta, ijazah, dan tinggi badan harus mencapai 165 sentimeter untuk cowok dan 160 sentimeter untuk cewek. Sedangkan berat badan (BB) disesuaikan dengan tinggi, misalnya kalau tinggi 165, BB harus 55 Kg, dan jika tinggi 160 BB harus 50 Kg.

Hasilnya langsung disampaikan, jika tidak lulus langsung pulang, dan yang lulus lanjut ke proses berikut. Pemeriksaan kesehatan awal atau bagian luar, seperti tensi harus normal, mata tidak boleh buta warna dan pembacaan huruf dengan jarak enam meter, secara bergantian dibaca dengan mata kiri dan kanan, gigi harus sempurna tidak boleh berkarat, kalau ada lubang boleh ditampal, bagian selanjutnya ada telinga hidung tenggorokan (THT). Telinga akan dilihat apakah di dalam ada yang sudah bocor dan tenggorokan diperiksa apakah amandel, atau ada radang tengorokan, jika demikian maka dinyatakan tidak lulus.

Masih pada tahap pemeriksaan kesehatan awal, lanjut ke bedah, pada proses ini pelamar akan diperiksa dan dinyatakan tidak lulus jika memiliki gangguan usus turun, ambeien, dan penyakit kulit. Untuk varises ada dua macam berat dan ringan, kalau ringan masih bisa dipertimbangkan.

Penyakit yang memang dilarang dimiliki oleh pelamar seperti varises dapat mengakibatkan nantinya pelamar akan cepat lelah saat dalam pendidikan. Hemoroid atau usus turun kendalanya saat membawa beban berat, akan mengakibatkan penyakitnya lebih parah.

Gigi lubang, berpengaruh saat udara dingin yang menimbulkan rasa sakit sehingga memaksimalkan hasil latihan dalam pendidikan. Buta warna dapat berpengaruh pada saat latihan menembak bisa salah sasaran.

Proses seleksi ini menggunakan sistem gugur jadi tiap harinya ada yang lulus dan ada yang pulang. Hari pertama ada 34 orang lulus, hari kedua 18 orang, hari ketiga ada enam orang yang lulus. Untuk hari keempat akan dilaksanakan hari ini Selasa (14/10/2014). Setelah itu yang lolos akan dilanjutkan dengan parade pada 15 Oktober yaitu akan dilihat gerakan seseorang dalam berjalan, baik kepala, arah harus lurus ke depan.

Total yang mau diterima untuk mewakili Sulut dan Gorontalo ada 40 orang antara lain dua wanita dan 38 pria. Mereka nantinya akan ikut seleksi nasional di Rindam 7 Wirabuana Makassar. Pelamar berasal dari berbagai daerah seperti Sulut, Gorontalo, dan ada pula yang dari Jawa, Sumatera, Palu yang sudah berdomisili di Manado. (handhika dawangi)

Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak hari ini, Selasa (14/10/2014).

Update terus informasi terbaru di www.tribunmanado.co.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved