Lipsus

Pihaknya Jual Kalender ke Sekolah, Kadis Pendidikan Manado Berang!

Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean berang.

Pihaknya Jual Kalender ke Sekolah, Kadis Pendidikan Manado Berang!
net
Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Corry Tendean

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean berang dengan pernyataan Kepala UPT Diknas Kecamatan Mapanget yang menyebutkan hasil penjualan kalender ke siswa diperuntukkan untuk rehab ringan kantor mereka.

Hal ini tidak benar kata Tendean, alasannya anggaran rehab bangunan Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Mapanget sudah tertata di anggaran tahun 2014. "Dinas Pendidikan Kota Manado tidak pernah memprogramkan penjualan kalender. Sekali lagi anggaran rehab kantor sudah tertata tahun ini," ujarnya kepada Tribun Manado, Kamis (9/10/2014).

Seperti diketahui sebelumnya, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Mapanget, Noldy Mamangkey, menjelaskan bahwa pembuatan kalender dimaksud pada dasarnya sudah disetujui oleh kepala sekolah dan dana hasil penjualan kalender itu rencananya akan digunakan untuk membenahi kantor mereka yang kondisinya memprihatinkan.

Menariknya begitu mendapat sorotan Noldy mengatakan, pihaknya tak akan menyalurkan lagi kalender. Sedangkan yang sudah terlanjur disalurkan tidak akan ditagih lagi bayarannya ke sejumlah sekolah di wilayah Mapanget.

"Kami sudah ditegur oleh Kadis Pendidikan Kota, dan tidak diperkenankan lagi melakukan hal seperti itu," katanya.

Dia pun mengakui, pihaknya merugi, karena sebagian kalender sudah terlanjur dicetak, namun tak bisa dijual lagi.

Terkait hal itu, tentunya mereka merugi, karena sebagian kalendernya sudah terlanjur dicetap tapi tak bisa lagi dijual. "Saya tak hafal berapa yang sudah dicat, karena datanya ada sama staf. Sedangkan yang sudah disalurkan dengan pemberitaan media agak sulit kami ditagih. Karena pasti akan ada orangtua tak mau lagi bayar, meski sudah ambil," ujar Noldy.

Beberapa anggota DPRD Manado pun merasa sedih dengan adanya penjualan kalender ke sejumlah sekolah di Kecamatan Mapanget.

"Tidak boleh ada jual-jual barang dan mewajibkan siswa. Sebab pendidikan sekarang gratis, semua dibiayai negara," ujar Victor Polii, Anggota DPRD Manado.

Polii menuturkan, penjualan kalender ini bisa masuk kategori pungutan liar jika diprogramkan hanya sepihak. Hal ini tidak wajar dan patut dipertanyakan apalagi jika semua siswa di sekolah  PAUD, SD, SMP hingga SMA harus membeli kalender itu. "Ada dana BOS dan DAK tidak boleh ada yang seperti itu (jual kalender), apalagi tidak dengan kesepakatan orangtua siswa," ujar legislator dari PDI Perjuangan ini.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved