Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran Hebat di Lawangirung Manado

Keluarga Besar Rumah Makan Lamongan di Manado Bantu Siswanto

Siswanto berterima kasih kepada keluarganya karena dengan sigap langsung berdatangan membantunya membersihkan puing-puing rumahnya yang terbakar.

Penulis: | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rumah Makan Lamongan ' Maharani' milik Siswanto menyisakan puing-puing. Terlihat jelas raut kesedihan di wajahnya namun pria ini mengaku tetap bersyukur. Ia mengaku bersyukur karena banyak keluarganya yang datang membantu sekaligus menguatkan hatinya. Ada sekitar 13 orang keluarganya yang datang membantu, Rabu (8/10/2014). Mereka berasal dari berbagai daerah yang ada di Manado. Ada yang datang dari daerah Kombos, Lapangan, Malalayang, Wonasa, Maumbi dan Paal 2.

"Kami adalah keluarga besar Paguyupan Lamongan. Kami sengaja datang untuk memberikan semangat serta bantuan tenaga bagi keluarga disini," kata salah satu keluarga Siswanto kepada Tribun Manado, Rabu (8/10/2014), saat di temui di lokasi kebakaran.

Siswanto berterima kasih kepada keluarganya karena dengan sigap langsung berdatangan membantunya membersihkan puing-puing rumahnya yang terbakar. "Saya bersyukur mempunyai keluarga dan sahabat seperti mereka. Tanpa mereka saya mungkin tidak akan kuat," kata Siswanto.

Tidak ada yang tersisa dari musibah kebakaran ini, namun beruntung semua keluarganya selamat. Termasuk istri dan ketiga anaknya. "Mereka sekarang mengungsi di rumah keluarga di Paniki. Selesai dari sini, saya juga akan kesana," ujarnya.

Yang berhasil diselamatkan hanyalah surat rumah dan tanah. Bahkan foto-foto kenangan anaknya saat di acara kebidanan juga ludes. "Dia lulus tahun depan. Ada fotonya pada saat acara kebidanan. Tapi semuanya hangus," kata ayah dari Dias, Hanum dan Bagas ini.Diperkirakan kerugian mencapai Rp400 juta lebih. "Yah namanya musibah mo di bilang apa lagi. Kalo di tanya menyesal sudah pasti menyesal," katanya pasrah.

Dia mengaku pemerintah sudah berkunjung ke rumahnya kemarin. "Dari Kementerian Sosial sudah ada yang datang untuk ambil data," katanya. Dia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan untuk membangun kembali rumahnya. "Mudah-mudahan dapat bantuan untuk bangun rumah. Rumah saya hancur, harus di bangun kembali," harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved