Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Idul Adha

Samsul Umpamakan Kehidupan Keluarga Ibrahim Layaknya Pemerintahan

Dentang lonceng terdengar, Minggu (5/10/2014) pukul 7.00 wita, saat Agus Ruru, Imam Salat Id di Alun-alun Boki Hotinimbang Kotamobagu.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/ROBERTUS RIMAWAN

Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Dentang lonceng terdengar, Minggu (5/10/2014) pukul 7.00 wita, saat Agus Ruru, Imam Salat Id di Alun-alun Boki Hotinimbang Kotamobagu, bertakbir. Ribuan jemaah yang menjadi makmum mengikuti ucapan takbir itu sambil mengangkat tangan mereka sampai sejajar dengan posisi telinga.

Di antara ribuan warga, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara juga tampak larut jalankan ritual di pagi itu. Bahkan, Wakil Wali Kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii yang sudah melaksanakan Salat Id sehari sebelumnya juga terlihat mengikuti prosesi ibadah pagi itu.

Samsul Bahri yang memberikan khutbah pada saat itu kembali menukil kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS. Dedikasi, etos, dan keikhlasan dua nabi itu, kata Samsul, harus menjadi tauladan bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Samsul juga mengumpamakan kehidupan Ibarahim, Ismail dan Siti Hajar, istri Ibrahim dan ibu Ismail, layaknya pemerintahan yang sinergis. "Ibrahim sebagai eksekutif, Siti Hajar sebagai legislatif dan Ismail diumpakan rakyat," kata Samsul.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved