Pergoki Maling, David justru Tewas Dikeroyok
David tewas setelah memergoki tiga sekawanan pencuri yang hendak menyatroni salah satu rumah di kompleks Pakjo.
TRIBUNMANADO.CO.ID, PALEMBANG - Lebaran Idul Adha tahun ini harus dilewati Choki Matobu (11) dan adiknya Kenuli (4) tanpa kehadiran sang ayah, Muhammad David (46).
Bagaimana tidak, David yang sehari-hari berprofesi sebagai penjaga malam di Kompleks Pakjo itu tewas di tangan pelaku yang diketahui hendak maling di kawasan kompleks yang dijaganya tersebut, Sabtu (4/10/2014) pukul 02.00 dinihari.
Warga Jl Mesuji 1 Blok F10 no 1717 Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang ini tewas setelah memergoki tiga sekawanan pencuri yang hendak menyatroni salah satu rumah di kompleks Pakjo.
Kakak korban, Yusmaniar, mengatakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) tak jauh dari rumah korban.
"Saat itu kami mendapat kabar, kalau dia (korban-red) dikeroyok maling. Langsung saja kami melihatnya dan membawanya ke RS Siti Khadijah," ujarnya.
Namun sayang, nyawa korban yang menderita luka tusuk sebanyak 5 lubang tidak bisa diselamatkan lagi. Istri korban, Juniar bersama kedua anaknya pun tak kuasa menahan tangis tatkala mengetahui suaminya telah tiada.
"Barulah sekitar pukul 06.00 kami menghubungi Polsekta IB 1. Dan jenazah adik saya pun dibawa ke RSMH," ungkap Yusmaniar.
Korban pun segera dibawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah RSMH Palembang guna kepentingan visum, sekaligus langsung dimandikan oleh pihak RSMH.
Sementara itu, Kapolsek IB 1, Kompol Budi Santoso mengatakan, menurut keterangan saksi pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang menggunakan motor Honda Beat putih bonceng tiga melintas di area. Tak lama kemudian distop oleh korban.
"Pada saat pelaku dirangkul oleh korban, mereka melawan dan korban ditusuk sebanyak lima kali, tiga di depan dan dua di belakang. Barulah sekitar pukul 06.00 keluarga korban melapor dengan kita," ujarnya.
Budi mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan, terutama di lokasi TKP.
"Kita butuh petunjuk, hanya ada bukti berupa satu alat pentungan milik korban. Sedangkan saksi yang melihat hanya ada dua orang," ungkapnya.(*)