Breaking News:

Taman Wisata Alam Batu Angus Bitung Diduga Sengaja Dibakar

Peristiwa kebakaran yang melanda puluhan hektar Taman wisata alam (TWA) Batu Angus di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Bitung.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Peristiwa kebakaran yang melanda puluhan hektar Taman wisata alam (TWA) Batu Angus di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Bitung beberapa hari yang lalu, membuat pihak terkait terus melakukan jaga-jaga disekitar TWA hingga Kamis kemarin.

Dari informasi yang disampaikan Asri kepala Pos TWA Batu Angus penjagaan yang terus dilakukan oleh Manggala Akni, Polisi kehutanan, pemerintah Kecamatan Aertembaga dan Kelurahan Kasawari. "Adapun yang terbakar umumnya alang-alang yang banyak ditumbuhi tumbuhan lain seperti pohon Bitung, Beringin, cemara dan jenis lainnya yang bersifat pohon peneduh," tutur Asri. Namun sayangnya pihak TWA Batu Angus belum bisa menyampaikan angka pasti berapa jumlah pohon-pohon yang terbakar karena belum dilakukan perhitungan dan evaluasi. "Luasannya yang terbakar kurang lebih diperkiraan 150 hektar, sehingga sampai saat ini ada sekitar 30 sampai 40 orang yang berjaga-jaga," tambahnya.

Sementara itu mengenai indikasi penyebab kebakaran karena faktor kesengajaan dari warga setempat pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan polisi dan telah melakukan proses penyelidkan. "Penyelidikan dilakukan terhadap warga yang kemungkinan aiduga ada oknum yang melakuikan pembakaran karena sumber api berasal dari perkebunan warga," tukasnya. Sementara itu Kepala BKSDA Sulut Ir Sudiyono BKSDA mengaku kebakaran TWA Batu Angus belum diketahui perkembangannya. "Saya masih di Talud belum punya informasinya," kata Sudiyono singkat lewat telpon.

Terpisah AKP Frelly Sumampow Kapolsek Bitung Tengah mengaku kasus kebakaran ini menjadi etensi menteri Kehutanan, dimana pihaknya memiliki kapasitas melakukan penyelidikan karena asal api dari kebun milik 3 orang warga. "Mereka adalah EG alias Ef, UT alias Ude dan PM alias Pemberiam yang sedang terjerat kasus perambanhan hutan pada tahun yang lalu. Ketiganya di sidik setelah mendengarkan keterangan saksi dimana ketinya memiliki lahan yang saat kejadian dibakar sehingga diduga kebakaran TWA Batu Angus sumber api dari sumber lahan mereka," kata Frelly.

Menariknya Frelly berpendapat peristiwa kebakaran tersebut bersamaan dengan kasus perambahan hutan yang dilakukan MP alias Pemeriam yang dalam waktu dekat ini akan di kirim ke Kejaksaan Negeri Bitung karena kasusnya sudah P21 atau dianggap lengkap oleh JPU. Namun ketika ditanya apakah ada indikasi keterkaitan Frelly tidak bisa sampaikan karena masih sementara dalam penyelidikan.

"Masih sementara melakukan pemeriksaan kepada mereka karena status penyelidikan, kami tetap atensi terhadap keberadaan hutan lindung karena indikasi api muncul tiba-tiba dari kebun-kebun mereka," kata dia sembari menambahkan sempat mengalami kesulitan saat hendak memadamkan api bersama petugas dan polisi serta warga karena tidak dibantu Pemadam kebakaran pemko Bitung. "Dengan adanya kebakaran itu kami berkewajiban membantu untuk upaya pemadaman meski hanya menggunakan air laut karena tunggu pemadam tidak datang. Kami akan terus koordinasi dengan kecamatan, pihak TWA dan lakuan penyelidikan," tukasnya.

Di tempat terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Adry Supit menyatakan tak mendapat permintaan bantuan pemadaman kebakaran hutan lindung Batuangus yang terbakar Selasa (30/9/2014).

"Kalaupun ada permintaan bantuan, armada tak bisa kesana dan pasti kami hanya bisa mengirimkan tenaga. Namun sampai saat ini belum ada permintaan bantuan pemedaman dari BKSDA Sulut," tutur Supit. Menurutnya saat informasi tersebut didengar, ia berkoordinasi dengan sejumlah anak buahnya dan menyarankan agar tak mengirimkan armada.

"Menurut pengalaman anak buah saya, biasanya kebakaran hutan seperti itu kami hanya mengirimkan tenaga sedangkan dilokasi kebakaran sendiri sudah ada tenaga BKSDA Sulut melakukan pemadaman," tambahnya sembari mengaku tetap memonitor kondisi kebakaran di lapangan dan hingga saat ini kata dia, pihak BKSDA masih mampu mengatasi kebakaran hutan lindung tersebut.(crz)

Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved