Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BREAKING NEWS: Garuda Indonesia Miliki Hanggar Terbesar di Dunia

Sebagai maskapai terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia Airlines tak pernah sedikitpun mengabaikan standar keamanan dan kenyamanan penumpang pesawat.

Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel

Laporan Wartawan Tribun Manado, Fransiska Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sebagai maskapai terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia Airlines tak pernah sedikitpun mengabaikan standar keamanan dan kenyamanan penumpang pesawat.

Dan untuk mencapai hal ini, salah satu prioritas yang selalu diperhatikan secara konsisten ialah pemeliharaan dan perbaikan baik pada mesin maupun body pesawat.

Seluruh pesawat Garuda Indonesia berbagai jenis dan ukuran secara berkala selalu menjalani pengecekan, pemeliharaan maupun perbaikan secara ketat dan konsisten. Dan yang bertanggung jawab untuk mengerjakan semuanya ini ialah Garuda Maintenace Facility (GMF) AeroAsia.

GMF AeroAsia masih termasuk grup perusahaan Garuda Indonesia, yang berlokasi di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dekat dengan kantor pusat Garuda Indonesia.

Berdiri di atas lahan seluas 192 hektar, GMF AeroAsia memiliki 3 ribu karyawan, dan sebagian besar di antaranya adalah teknisi mesin pesawat terbang handal dan sangat diakui skill dan kemampuannya.

Untuk menjalankan fungsinya menyediakan jasa pemeliharaan dan perawatan mesin serta body pesawat, perusahaan ini terbagi dalam beberapa bagian, dimana tiap bagiannya memiliki fungsi masing-masing.

Kebetulan, rombongan Garuda Fun Trip berkesempatan untuk melihat dari dekat bagian-bagian ini, termasuk empat hanggar pesawat Garuda Indonesia yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Gedung pertama yang kami kunjungi ialah Engine Test, yaitu bagian yang betanggung jawab mengecek mesin pesawat usai menjalani pemeliharaan dan perbaikan di bagian maintenance.

Gedung ini terbilang sangat besar dan luas dan terdapat peralatan untuk pengetesan mesin pesawat, yang terintegrasi dengan ruang kontrol komputerisasi. Di bagian langit-langit gedung dilengkapi rel hidrolik untuk mengangkaf dan memindahkan mesin pesawat.

Di tempat inilah setiap bagian mesin pesawat akan dicek secara terpisah-pisah, sebelum nantinya dipasang kembali ke badan pesawat.

Iswandi, Operator GMF menuturkan, pengecekan mesin pesawat sebelum dipasang kembali harus dilakukan untuk memastikan mesin selalu dalam keadaan prima saat pesawat mengudara. "Jadi tak seperti bengkel mobil, usai mesin menjalani tahapan pemeliharaan atau perbaikan harus di tes kembali kemampuannya di tempat ini untuk memastikan semua parameter mesin beroperasi sesuai standar. Salah satu contoh memastikan gaya dorong, putaran mesin, temperatur mesin pesawat harus sesuai standar. Jika tak memenuhi syarat maka mesin pesawat harus diperbaiki kembali," terangnya.

Sesuai aturan, setiap 11 ribu jam terbang pesawat Garuda Indonesia harus melakukan pengecekan mesin pesawat, dan setiap 7 ribu jam terbang, pesawat harus dicek kondisi sparepartnya.

"Saat ini, selain melayani pemeliharaan dan perbaikan mesin pesawat Garuda Indonesia, GMF AeroAsia juga melayani perbaikan dan pemeliharaan untuk maskapai Sriwijaya Air.

Khusus untuk maskapai di luar Garuda Indonesia, sekali lakukan pengecekan mesin pesawat harus merogoh kocek hingga Rp 25 miliar.

Usai melihat bagian pengecekan mesin pesawat, rombongan langsung diarahkan dengan menggunakan bus menuju tiga buah hanggar pesawat Garuda Indonesia. Di tempat inilah, semua pesawat Garuda Indonesia menjalankan pemeriksaan dan perawatan berkala terhadap mesin dan body pesawat.

Tiap-tiap hanggar disesuaikan dengan fungsinya, untuk pesawat berbadan kecil hingga pesawat berbadan besar.

Kabar gembiranya, saat ini GMF AeroAsia telah menyelesaikan pembangunan satu hanggar baru untuk maskapai Garuda Indonesia Airlines, yaitu hanggar yang keempat.

Hanggar ini diklaim sebagai hanggar terbesar di dunia, yang mampu menampung hingga 16 pesawat sekaligus untuk menjalani pemeliharaan dan perbaikan baik pada mesin maupun body pesawat.

Sesuai rencana, hanggar keempat ini akan diresmikan oleh Presiden RI terpilih Joko Widodo usai pelantikan.

GMF AeroAsia juga berencana membangun satu lagi hanggar di Bintan Kepulauan Riau, yang saat ini masih sementara dalam tahap pengurusan izin.

Kabar baik lainnya, dengan ketambahan hanggar baru, GMF AeroAsia tengah gencar merekrut sebanyak mungkin tenaga teknisi muda. Dan perekrutan diperuntukan untuk lulusan SMK teknik mesin seluruh Indonesia.

Mereka yang lulus selanjutnya akan menjalani tahap pelatihan selama 18 bulan kemudian akan diuji kemampuannya. Jika lulus, maka akan diangkat menjadi teknisi untuk bekerja di GMF AeroAsia. (ika)

Update terus infromasi terbaru di tribunmanado.co.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved