Warga Minahasa Ini Tangkap Payangka Kodok 15 Kilogram
Ikan betutu atau disebut payangka kodok oleh warga setempat merupakan ikan dari Danau Tondano.
Penulis: Finneke | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ikan betutu atau disebut payangka kodok oleh warga setempat merupakan ikan dari Danau Tondano. Disebut payangka kodok, karena warga menilai ikan tersebut hasil campuran payangka yang adalah ikan endemik Danau Tondano dan kodok.
Jika diperhatikan, rupa ikan ini lumayan mengundang takut. Tak jarang pula karena rupanya itu, warga lainnya menyebutnya payangka monster. Meski begitu, ikan ini begitu diminati warga karena dikenal enak. Ukurannya bervariasi, ada yang seukuran mujair, hingga ukuran raksasa.
Marino Kowimbin, warga Kelurahan Taler Kecamatan Tondano Barat pernah menemukan payangka kodok seberat 15 kilogram, pada akhir 2013 lalu. "Itu payangka kodok paling besar yang pernah saya temui," ujar penembak ikan di Danau Tondano ini.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Minahasa, Ariffin Kyai Demak, mengungkapkan, payangka kodok memang menjadi satu diantara komoditas ekspor unggulan di daerah Minahasa, di samping hasil perikanan air tawar lainnya seperti lobster. "Ikan betutu danau Tondano banyak yang diekspor ke negara tetangga, Singapura. Bahkan setiap tahunnya, ekspor ikan betutu ke Singapura mencapai 20 ton per tahun," tuturnya.
Ekspor payangka kodok ini menurut Ariffin, sangat membantu perekonomian masyarakat khususnya nelayan lokal di daerah Minahasa. Harga yang dibeli Rp 80 ribu per kilonya. "Tergantung kualitasnya. Yang paling baik, harganya bisa mencapai Rp 80.000 per kilo," jelasnya.
Namun yang sangat disayangkannya, hingga kini belum ada masyarakat nelayan yang beminat untuk kelompok nelayan budidaya ikan betutu di daerah Minahasa. Padahal menurutnya, kelompok nelayan budidaya ini sangat bagus khususnya untuk prospek ke depan. "Untuknya kami terus melakukan sosialisasi kepada para nelayan tangkap di Danau Tondano agar sebaiknya membentuk kelompok nelayan budidaya. Dengan begitu para nelayan tangkap akan lebih terorganisir dan semakin dimudahkan," tandasnya.
Lain diekspor, lain di lokal. Pasar Tondano khususnya selalu menyediakan ikan tersebut di pasaran. Warga pun berbondong-bondong membeli ikan itu. Marino saja sering menjajakan dagangan payangka kodoknya di pasar Tondano. *