Kontroversi RUU Pilkada
Massa di Mitra Bersatu Dukung Pilkada Langsung, Bukan Lewat DPRD
Peluh membasahi bajunya. Namun itu tidak mengganggu, malah menyemangatinya.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gabungan organisasi pemuda yang terdiri dari KNPI, MPI, ormas, dan LSM di Minahasa Tenggara menggelar unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada oleh DPRD, Selasa (16/9).
Unjuk rasa dilakukan mulai dari gedung DPRD, kemudian bergeser ke Pasar Ratahan,dan di kantor pemerintah kabupaten. Spanduk yang dipenuhi tanda tangan penyataan sikap menolak dari sejumlah pengunjuk rasa dibentang ke arah timur.
Itu rupanya menarik Joni Jidonmukuan (69). Ia kebetulan lewat dan melihat aksi tersebut. Hatinya tertawan oleh niat tulus para pemuda. Ketika warga diminta menandatangani spanduk penolakan, ia langsung maju menawarkan diri. Di bawah terik matahari, dibubuhkannya tanda tangan penolakan.
Peluh membasahi bajunya. Namun itu tidak mengganggu, malah menyemangatinya. Hingga usai melakukan tanda tangan, ia tak tahan untuk mengacungkan kepal usai
"Ini memang dari hati saya, jika pemimpin dipilih dewan tentu bukan lagi pilihan rakyat," kata Joni yang mengaku berprofesi sebagai petani ini.
Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak hari ini, Rabu (17/9).