Agung Laksono Yakin Terpilih Ketua Umum Golkar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono optimistis terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar lewat Musyawarah Nasional (Munas).
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono optimistis terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar lewat Musyawarah Nasional (Munas). Agung pun telah memonitor para tokoh yang kemungkinan akan menjadi pesaingnya. Agung menyatakan, kader lain yang mungkin juga mencalonkan diri sebagai ketua umum bukanlah lawan yang mudah. Para kader tersebut antara lain MS Hidayat, Fadel Muhammad, Syarif Cicip Sutardjo, Airlangga Hartanto, Mahyudin, dan Priyo Budi Santoso.
"Saya anggap semua lawan tangguh. Tidak boleh mengecilkan, tidak boleh meng-ignore. Yang penting semua bermain secara bermartabat, semua harus fair," kata Agung di acara Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Kosgoro 1957 di Hotel Descovery, Jakarta Utara, Minggu (14/9/2014).
Namun, Agung menyerahkan keputusan penyelenggaraan Munas kepada Rapat Pimpinan Nasional yang diperkirakan digelar seusai HUT ke-50 Partai Golkar, 20 Oktober mendatang.
Agung mengaku mengalah dalam hal pelaksanaan Munas. Sebelumnya, ia termasuk yang mendesak Munas Partai Golkar dilaksanakan Oktober 2014. Agung mengaku mengalah karena mengedepankan kepentingan partai.
"Saya lebih baik mengalah, karena bukan kewenangan saya untuk menyelenggarakan Munas. Pada akhirnya keberatan pribadi itu menjadi lumer karena kepentingan nasional," ujar Agung
Agung mengaku mengalah untuk menghindari perpecahan dan gontok-gontokan di tubuh Golkar. Menurutnya, jika kondisi itu terjadi di Golkar, maka kondisi tersebut menguntungkan partai lain.
Agung juga mengatakan, jangan sampai masyarakat menilai Partai Golkar tidak dapat mengatasi konflik internal. Menurutnya, jalan keluar atas permasalahan di tubuh Golkar dapat dicapai lewat diskusi.
Meski pelaksanaan Munas Partai Golkar belum dipastikan, Agung optimis terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan menggantikan Aburizal Bakrie. "Optimisme (untuk menang) sebesar mungkin," ujar Agung seperti dikutip Kompas.com, Minggu.
Agung tidak hanya merangkul kader Kosgoro namun juga merangkul ormas-ormas Partai Golkar lainnya seperti Soksi dan MKGR. "Ada 10 ormas Partai Golkar yang besar-besar tingkat nasional," ujarnya.
Tidak bermusuhan
Musyawarah Pimpinan Nasional Kosgoro 1957 di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, tersebut juga dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang akrab disapa Ical. Pada kesempatan itu, Agung dan Ical terlihat akrab. Keduanya berjalan bersama dari ruang transit ke ruangan rapimnas. Mereka diiringi tarian dan musik khas Betawi.
Di depan ruangan rapimnas, langkah mereka tertahan oleh dua pria berpakaian khas Betawi yang berbalas pantun. Adegan tersebut merupakan bagian dari palang pintu yang merupakan kesenian khas Betawi. Tak jarang pantun-pantun yang dilontarkan pemain palang pintu itu membuat Agung dan Ical tertawa geli.
Keakraban Agung dan Ical seakan menunjukkan tidak ada konflik yang terjadi antara keduanya. Padahal, sekitar sebulan lalu, keduanya dilanda konflik yang cukup serius. Konflik diawali sikap Agung yang lantang menyuarakan Munas digelar tahun 2014 ini memilih Ketua Umum yang baru. Dia menilai, Ical telah gagal dalam menentukan pilihan koalisi karena Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kalah di pilpres. Namun, sikap lantang itu justru hampir membuat Agung dicopot dari jabatan struktural dari partainya. Konflik mulai mereda seiring dukungan Dewan Pimpinan Daerah yang menginginkan Munas tetap 2015
Agung membantah tudingan hubungannya dengan Ical tidak harmonis. Bahkan, ia mengaku berteman baik sejak lama. "Tidak ada (permusuhan). Saya berteman dengan Ical sudah puluhan tahun," ujar Agung.
Agung menganggap, selisih pendapat merupakan hal biasa di antara kader partai. Demi meredam letupan internal partai, Agung dan Ical memutuskan untuk berdialog dan menyatukan pikiran. "Saya kira, sifat saya tidak jauh beda dengan Pak Ical. Kalau untuk kepentingan yang lebih besar, kami bisa mengalah dikit," kata Agung.
Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak hari ini, Senin (15/9/2014).
Update terus informasi terbaru di tribunmanado.co.id