Kontroversi RUU Pilkada
Warga Tomohon Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD
Kemungkinan akan dipilihnya kepala daerah baik Gubernur, Bupati, dan Wali Kota oleh DPRD pada Tahun 2015 mendatang, mulai ditentang oleh masyarakat.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Kemungkinan akan dipilihnya kepala daerah baik Gubernur, Bupati, dan Wali Kota oleh DPRD pada Tahun 2015 mendatang, mulai ditentang oleh masyarakat termasuk di Kota Tomohon. Sebab, mekanisme tersebut diyakini akan melahirkan kekuasaan yang hanya berpihak pada kepentingan kepala daerah saja, bukan untuk rakyat.
"Jika DPR akan memutuskan bahwa gubernur, bupati dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat, tetapi oleh anggota DPRD maka itu artinya sama saja dengan melahirkan kekuasaan untuk kepentingan sang gubernur, bupati dan wali kota bersama para anggota DPRD, bukan untuk rakyat, karena rakyat tidak dilibatkan," kata Jeffry Polii, warga Kota Tomohon, kemarin.
Menurutnya, jika kepala daerah akan dipilih oleh DPRD, maka daerah-daerah di Indonesia sama seperti kembali ke zaman penipuan dan zaman perampokan.
"Sangat jarang orang-orang baik, bijak dan berprestasi akan terpilih menjadi kepala daerah jika dipilih oleh DPRD. Makanya perlu dukungan masyarakat luas agar pilkada bisa dilaksanakan langsung oleh rakyat. Sehingga pemimpin yang lahir, benar-benar dapat berjuang untuk kepentingan dan kesejahteraan. (war)