Diinterogasi Polisi Soal ISIS, Siswi di Kotabunan Ketakutan
Pertemuan membahas isu Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) Mapolsek Urban Kotabunan, Rabu (27/8/2014) menyisakan rasa trauma.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADI.CO.ID - Pertemuan membahas isu Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) Mapolsek Urban Kotabunan, Rabu (27/8/2014) menyisakan rasa trauma bagi seorang siswi SMP yang kala itu dipanggil polisi sebagai saksi.
Siswi itu dihadirkan polisi tanpa ditemani guru dan orangtuanya. Dia dijemput di sekolahnya dan terlihat ketakutan kala menghadapi ratusan warga yang marah di kantor polisi.
Siswi itu diduga menyebarkan buku tertentu yang kemudian memicu munculnya SMS berantai tentang ISIS.
Wajahnya langsung pucat dan berlinang airmata saat diminta warga untuk menjelaskan masalah tersebut. Dia tak sanggup memenuhi permintaan warga terkait keberadaan buku itu. Dia semakin takut karena ada warga yang memarahinya.
"Kasihan dia trauma. Dia jadi trauma dan malu. Dia masih anak-anak. Seharusnya dia dilindungi," ujar seorang warga yang bersimpati kepada siswi itu.
Kapolsek Kotabunan Kompol Teddy Pontoh pun mencoba mengajukan pertanyaan kepada si anak.
Ketakutan dan rasa malu terhadap massa di depannya membuat kesulitan menjawab pertanyaan. "Ini dibagikan di seluruh desa (Kotabunan sekitarnya) tanggal 23 dan dibagikan kepada yang senang membaca," ujarnya lalu menyapu air matanya.
Dia mengaku mendapat buku itu dari organisasinya yang disebutnya sebagai koleksi pribadi yang terbitkan secara resmi oleh organisasi tersebut.
"Ini diterbitkan secara resmi oleh organisasi di seluruh dunia. Dibagikan kepada yang senang membacanya," jawabnya.
Usai pertemuan, dia pun terduduk dan kembali menangis. Kapolsek dan Wakapolres Bolmong, Kompol Daru Wibawa pun mencoba untuk menenangkannya.
Daru pun mengajak warga untuk tidak mendesak-desak siswi itu. "Kita harus membedakan permasalahan dengan anak-anak. Kita harus menjaga psikologis anak. Siapa lagi yang melindungi anak-anak kalau bukan orangtua," ucapnya.
Dia pun meminta agar warga memercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada polisi dan Forum Komunikasi Antara Umat Beragama. (ald)
Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak hari ini, Kamis (28/8/2014).
Update terus informasi terbaru di tribunmanado.co.id