Banjir tak Ganggu Hasil Produksi Gabah di Bolmong
Ratusan hektare sawah di wilayah Dumoga sempat terendam air saat banjir menerjang daerah itu pekan lalu.
Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Ratusan hektare sawah di wilayah Dumoga sempat terendam air saat banjir menerjang daerah itu pekan lalu. Namun Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memastikan kejadian tersebut tak menggangu hasil produksi pertanian.
"Pengaruh terhadap hasil produksi sangat kecil, karena air yang mengenangi lahan tidak berlangsung lama. Sementara tanaman yang tergenang masih baru tanam," ujar Kepala Dipertanak Bolmong Taufik Mokoginta, Selasa (19/8).
Hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Bolmong telah membuat sembilan desa dan satu kelurahan di Dumoga dilanda banjir. Selain sekitar 575 rumah yang terendam, ratusan hektare sawah pun mengalami hal serupa. Dumoga merupakan lumbung beras bagi Kabupaten Bolmong.
Luas pesawahan beririgasi di Bolmong saat ini mencapai 20.596 hektar. Luas lahan terbesar berada di wilayah Dumoga Utara yakni sekitar 5.061 hektar, kemudian diikuti oleh Kecamatan Dumoga Barat dengan luas 4.466 hektar dan Kecamatan Lolayan berada di posisi ketiga dengan luas sekitar 3.903 hektar.
Kendati dirinya optimistis dengan hasil panen, pihaknya tetap melakukan pendataaan di wilayah pertanian yang dilanda banjir untuk memastikan kerugian yang dialami para petani. "Staf saya telah turun lapangan, untuk mendata lahan yang rusak akibat banjir," kata dia.
Seorang warga Mogoyunggung Satu yang ditemui Tribun Manado pada saat terjadi banjir, mengatakan, padi yang terendam baru saja ditanam. "Tidak akan rusak karena belum berbuah. Kalau sudah berbuah kemudian terendam, maka kemungkinan besar akan rusak," kata warga ini. *