Serunya Berburu Angpao Anak-anak di Manado saat Idul Fitri
Tawa yang lepas dan gerak yang lincah anak-anak membawa keceriaan tersendiri di Hari Raya Idul Fitri.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti
Tawa yang lepas dan gerak yang lincah anak-anak membawa keceriaan tersendiri di Hari Raya Idul Fitri. Berbekal tekad serta semangat, bersama teman-temannya mengetuk satu persatu pintu demi 'angpao'.
IDUL Fitri merupakan hari raya yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak, seperti Retno (8) memakai pakaian serba baru mulai dari sepatu hingga baju baru, momen pasiar silaturahmi ke rumah-rumah ia manfaatkannya bersama teman-teman. "Pasiar di rumah orang-orang kaya supa dapat angpao," kata bocah polos itu.
Retno dan teman-teman sebayanya mengelilingi daerah Paniki mampir ke rumah-rumah dengan harapan mendapatkan angpao Idul fitri.
Selain Retno, ada Akbar (9) ia bersyukur bisa dibelikan baju baru oleh orang tuanya, dia hanya memakai sandal karena orangtuanya tak mampu untuk membelikan sepatu baru. "Mama bilang baju baru jo soalnya nda ada doi for (tidak ada uang) beli sepatu dengan celana," katanya.
Diapun tidak berkecil hati melihat teman sebayanya memakai serba baru, bocah itu mengerti dengan keadaan orangtuanya. "Mama deng papa cuma bajual di pasar, jadi cuma baju da beli akang, ini mo pasiar sapa tau dapa angpao," tutur bocah kemudian tertawa.
Akbar dan Retno serta lima teman sebayanya masuk ke rumah-rumah tetangga bahkan rumah orang tak dikenal mereka. Mudah-mudahan dapat angpao banyak, lumayan baru dua amplop total isinya di dalam Rp 20 ribu," kata Akbar.