Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Toilet 'Bintang 5' di Kantor Gubernur, Impian yang Belum Terwujud

IMPIAN Pemprov Sulut menghadirkan toilet kelas hotel bintang 5 di Kantor Gubernur Sulut belum sepenuhnya terwujud.

Penulis: Ryo_Noor | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

IMPIAN Pemprov Sulut menghadirkan toilet kelas hotel bintang 5 di Kantor Gubernur Sulut belum sepenuhnya terwujud. Impian itu pernah diembuskan mantan Kepala Biro Umum Rudij Roring.

Pantauan Tribun Manado, Senin (21/7/2014), toilet pria di lantai dasar kantor, fasilitas westafelnya tidak berfungsi. Air tidak mengalir ketika keran diputar.
Jika toilet bintang lima biasanya menstandarkan toilet duduk untuk kenyamanan pengguna. Di toilet itu menggunakan toilet jongkok plus ember bekas cat untuk menampung air yang terlihat keruh. Ini diperparah dengan kondisi lampu yang temaram. Parahnya dari empat fasilitas urinoir (tempat buang air kecil pria) hanya satu yang berfungsi.

Kondisi tak jauh beda ditemui saat masuk ke toilet pria lantai 1 di samping ruang Sekprov Sulut. Air memang mengalir lancar, namun lagi-lagi westafel tidak berfungsi. Urinoir memang berfungsi baik, tapi sistem penyaluran air tak terkontrol, hingga cuma terbuang percuma.

Di lantai 2, toilet samping ruang Biro Hukum sedikit lebih parah. Saat memasukinya keadaan suram karena kurang pencahayaan, samar-samar malah masih tercium bau tak sedap. Toilet jongkok tetap jadi standar.

Namun tak semua fasilitas toilet di kantor gubernur buruk. Contohnya toilet di lantai 2, dekat ruang kerja Gubernur Sulut. Setidaknya pengguna bisa merasakan sedikit nuansa toilet 'bintang 5'. Kondisi penerangan jauh lebih baik, air di wastafel mengalir lancar, toilet pun dalam keadaan bersih.

Kabag Humas Pemprov Sulut Jemmy Kumendong mengatakan, tiap tahun disediakan anggaran dari APBD untuk renovasi. "Toilet di setiap tahun dianggarakan untuk diperbaiki," katanya.

Sekadar informasi dikutip dari situs LPSE.sulutprov.go.id, Pemerintah Provinsi Sulut sudah berencana mengucurkan dana perbaikan toilet sebesar Rp 682,5 juta untuk toilet lantai 1 dan 2 Kantor Gubernur Sulut.

Salah satu hasil nyata perubahan wajah di toilet dekat ruang rapat di lantai 1, kini sudah berfungsi baik. Satu kendala, kata Kumendong, adalah ketersedian air.
"Ketersedian air bersih jadi permasalahan di kantor gubernur karena harus tarik di atas. Yang lantai atas, ada kendala seperti itu. Tetapi tetap dianggarkan, walaupun karena keterbatasan anggaran tidak diperbaiki menyeluruh," sebutnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved