Tak Semua Keinginan Anak Harus Dipenuhi
Sejak awal, dr Truly G Kerap sudah mengajarkan kepada anak bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
Edisi Minggu: Mom and Kids
Oleh Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak awal, dr Truly G Kerap sudah mengajarkan kepada anak bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi.
Dicontohkan, saat ke supermarket membeli makanan ringan (snack), Anathasa Elizabeth (Aca), anaknya yang berusia 12 tahun, sudah terbiasa tidak merengek atau memaksa meminta sesuatu dengan paksa, layaknya anak-anak kebanyakan.
Mereka hanya akan membeli barang-barang seperti yang sudah direncanakan dari rumah dan barang-barang yang memang sesuai dengan kebutuhan saat itu.
"Kebiasaan Aca sampai saat ini, dia akan bilang, mama, kalau ada uang nanti boleh Aca beli sesuatu? Dia tidak pernah memaksakan harus membeli," ujar Deputy Ancillary Clinical Service Division Siloam Hospitals Manado saat ditemui akhir pekan lalu.
Tak hanya itu, Aca sudah terbiasa menabung untuk sesuatu diinginkan. "Walaupun biasanya kita yang menambahkan kekurangan yang dibutuhkan," ujar dr Truly.
Pada suatu hari, lanjut Ketua Yayasan Persekolahan Kristen Emmanuel Manado tersebut, anaknya meminta nonton film di bioskop. Padahal mereka sekeluarga dalam waktu dekat memiliki rencana liburan ke luar daerah dan harus berhemat. "Karena tidak diizinkan, sempat ngambek, dengan aksi diam tapi tidak berlangsung lama," ujarnya.
Kesadaran bahwa pentingnya berhemat baru dipahami Aca saat saat mereka liburan. Saat di tempat liburan, mereka sekeluarga berkesempatan nonton tayangan perdana film Transformer 4 di sebuah bioskop di Jakarta.
"Saat itu anak saya bilang, untung Aca tidak nonton kemarin, sekarang malah nonton perdana," ujarnya.
Keinginan orangtua pada umumnya, selalu ingin membuat anak mereka bahagia. Namun, lanjut dr Truly, kadang orangtua sering salah kaprah dengan mengikuti semua keinginan anak.
"Namun karena dari kecil saya tidak mengajarkan demikian (selalu mengikuti keinginan anak), Aca tak egois dan memaksakan keinginan, namun sikap manja-nya tetap ada," imbuh dr Truly.
Ia mengakui bahwa saat ini tidak bisa meluangkan waktu full 24 jam bersama anaknya, namun ia selalu membawa anak dalam doa agar selalu dilindungi Tuhan dalam segala langkahnya.
"Kami juga harus memberikan kepercayaan kepada anak, sehingga mereka akan lebih percaya diri," ujar istri tercinta DR Ardiles Mewoh SiP Msi Komisioner KPU Sulut, menutup pembicaraan.
Biodata:
dr. Truly G. Kerap
Pekerjaan :
-Deputy Ancillary Clinical Service Division Siloam Hospitals Manado
-Ketua Yayasan Persekolahan Kristen Emmanuel Manado
-Kepala Sekolah SLB Kristen Emmanuel Manado
Suami: DR. Ardiles Mewoh, SiP, MSi
Pekerjaan: Komisioner KPU Sulut
Anak : Anathasa 'Aca' Elizabeth / 12thn