Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lezatnya Daging Buaya Bumbu RW

Seorang pelayan membawa sebuah piring berisikan masakan, bau rempah-rempah bumbu RW yang harum langsung tercium.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel

Edisi Minggu: Kuliner

oleh Frisky Malia/Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pelayan membawa sebuah piring berisikan masakan, bau rempah-rempah bumbu RW yang harum langsung tercium.  Bumbu berwarna kuning meresap di dalam potongan daging. Saat mulai digigit, empuk, pedas, yang pasti lezat.

Jangan salah, ini adalah daging buaya bumbu RW. Ya menu masakan baru yang ekstrim yang disajikan sebuah rumah makan di sekitar  Pineleng.

RW ternyata rasanya enak dan nikmat dipadukan bumbu spesial berisi rempah-rempah khas Minahasa. Masakan ekstrim bisa kita jumpai di rumah makan Arnetha, Pineleng I dekat jembatan Pineleng.

Siapa yang tak mengenal sebutan bumbu RW?  Ya bisa dibayangkan kelezatanya saat dicampur  dengan daging buaya. Tribun Manado merasakan perpaduan pedas, asin, manisnya buaya bumbu RW.

Ketika ditemui Tribun Manado Selasa (17/6/2014) Albert Nicolas (65) pemilik tempat makan itu bercerita,  ia  sejak setahun lalu membuka rumah makan dengan masakan khusus buaya bumbu RW. "Sejak Juni 2013 sampai saat ini tempat makan ini dibuka bagi penyuka makanan ekstrim dan juga aneka ikan bakar spesial," ucapnya.

Menurutnya masakan buaya bumbu RW ini hanya ia konsumsi sendiri di rumah, tapi terpikir ide membuka rumah makan dengan tawaran menu tak biasa, buaya bumbu RW. "Pada 6 tahun lalu saya kena sakit stroke dan tidak bisa menggerakan tangan dan kaki akibat terlalu banyak makan daging RW. Puji Tuhan saya sembuh dan mendengar informasi bahwa daging  buaya manfaatnya dapat membuat tubuh menjadi sehat dan saya sendiri membuktikannya dengan mengkonsumsi selama 6 tahun," tuturnya.

Daging buayasecara khusus ia pesan langsung dari penangkaran buaya di Tangerang. Sekali pesan 40 kg dan baru habis terjual setelah sebulan. "Saat ini biaya pengiriman yang mahal sehingga menu buaya bumbu RW ini menjadi mahal Rp 45 ribu satu porsinya nasi, sayur dan sepiring daging buaya. Saya beli satu kilogram daging buaya dibeli harganya  Rp 120 ribu belum lagi biaya pengiriman mahal dan pengurusan izin pengiriman daging buaya," ungkapnya.

"Menu ini saya masak dengan resep sendiri, kita pakai bumbu-bumbu antara lain daun serai, lengkuas, daun bawang, jahe, biji pala, cengkih, daun jeruk, daun kuning, kunyit, dan pandan serta bumbu pelengkap lainnya," terangnya.

Selama ini, lanjutnya,  pelanggannya paling banyak dari luar Kota Manado yaitu orang Palu, Balipapan dan juga ada orang Tomohon yang menyukai masakan ekstrim khususnya daging buaya.

Selain hidangan buaya bumbu RW, rumah makan Arnetha terdapat aneka jus segar yaitu Jambu Rp 14 ribu, Apel Rp 14 ribu, Sirsak Rp 14 ribu dan jus Alpokad Rp 14 ribu.

MENU RM ARNETHA

Ikan Tuna Spesial
Ikan Mangael Spesial
Ikan Tindarung Spesial
Ikan bakar rica (nasi+ikan+sayur) Rp 23 ribu, Ikan woku / goreng saus pedas RP 26 ribu, ikan tuna sasimi + uni rebus Rp 30 ribu, nasi goreng Manado pedas Rp 20 ribu, dan mie bakso ikan tuna Rp 16 ribu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved