Simbol Manguni Dominasi Lambang Baru Mitra

Rancangan peraturan daerah (Ranperda) kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tentang Perubahan

Simbol Manguni Dominasi Lambang Baru Mitra
Net
Kabupaten Mitra

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Rancangan peraturan daerah (Ranperda) kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tentang Perubahan Lambang Daerah, terus diseriusi oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra. Yang terbaru, Bupati James Sumenda secara sepintas menunjukan konsep lambang terbaru yang akan disampaikan ke Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mitra.

Saat sejumlah wartawan mewawancarainya di depan kantor DPRD Mitra, Rabu (11/6), Sumendap sepintas menunjukkan konsep lambang daerah yang dibuat oleh Pemkab Mitra. "Ini konsep terbaru yang sudah mewakili nilai budaya, sosial, agama serta potensi sumber daya alam yang terkandung di wilayah Minahasa Tenggara. Kami pun akan memperjuangkannya supaya disetujui DPRD Mitra," ujarnya.

Menurut Sumendap perubahan lambang daerah 'Pemulihan' mendesak dilakukan karena arus aspirasi dari berbagai elemen masyarakat Mitra terus mengalir. "Pemerintah daerah dan DPRD tentunya berkewajiban menindaklanjuti aspirasi rakyat, apalagi yang menghendaki perubahan ini adalah sebagian besar rakyat Mitra," tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Langkah maju pun ikut dilakukan Pansus DPRD Mitra yang pada pekan lalu sudah menuntaskan tahap sosialisasi Ranperda Perubahan Lambang Daerah itu di wilayah kecamatan Pasan, Ratahan, Ratahan Timur, Pusomaen, Belang dan Ratatotok. Dari sosialisasi itu Pansus banyak mendapat masukan dari masyarakat, yang pada intinya menghendaki agar simbol burung manguni dimasukan dalam lambang daerah.

"Tahapan lanjut setelah sosialisasi pekan lalu, kami sudah melakukan pertemuan dengan Bupati dan nantinya bersama pihak pemkab akan melakukan penyempurnaan konsep gambar yang diajukan oleh pihak pemkab Mitra. Intinya nilai estetika dan arti simbol yang menjadi unsur dalam lambang itu, nantinya akan menjadi pertimbangan dalam penyempurnaan lambang tersebut," jelasnya.

Dimintai pendaatnya terkait perubahan lambang daerah tersebut, akademisi asal Mitra, Jefri Hosang kepada Tribun Manado mengatakan, secara substansial pihaknya sangat mendukung langkah tersebut, karena hal itu menjadi kehendak mayoritas rakyat Mitra. "Secara substansial kehendak rakyat adalah mengembalikan simbol Manguni, sebagai entitas budaya keminaesaan. Harapannya semua warga Mitra diberi ruang untuk menyampaikan gagasan terkait perubahan lambang," pintanya.

Hal senada diutarakan tokoh masyarakat Ratahan yang juga pemerhati Politik dan Pemerintahan, Arnold Rundengan. Kada dia, pihaknya sangat mendukung langkah Pemkab dan DPRD Mitra, merubah lambang daerah saat ini yang dinilai tidak mencermintan nilai budaya keminaesaan. "Sebagai bagian dari Minahasa, lambang daerah Mitra sepetutunya memuat unsur keminaesaan seperti daerah pemekaran Minahasa lain," ujarnya. *

Penulis: Susanto_Amisan
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved