Smart Woman

Selalu Berani Memilih

Ketegasan adalah pilihan. Dan pilihan erat kaitannya dengan pengambilan keputusan.

Selalu Berani Memilih
Istimewa
Marcella Mamengko

oleh Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketegasan adalah pilihan. Dan pilihan erat kaitannya dengan pengambilan keputusan. Apalagi jika keputusan berhubungan dengan masa depan.

Demikian diungkap Marcella Mamengko SH LLM, Jumat (6/6/2014), yang merupakan Asisten dosen di Unima serta Junior Associate at OC Kaligis & Associates ini ketika ditanya seputar masa depan.

"Kala itu saya baru menyelesaikan studi S1 saya. Saya masih bingung antara mau melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya atau akan mencari kerja dan pengalaman terlebih dahulu baru melanjutkan studi," ujar gadis kelahiran Tondano 18 Maret 1990 ini.

Dalam kebingungan Marcella pun berkonsultasi dengan orangtua dan orang-orang terdekat seperti dosen dan saudara.

"Orangtua saya menyarankan untuk melanjutkan studi terlebih dahulu, sedangkan orang-orang terdekat saya menyarankan untuk bekerja terlebih dahulu. Alasannya agar saya bisa meringankan beban orangtua dan sekaligus mencari pengalaman," tutur anak pasangan Rolly Mamengko dan Yenny Jane Kolondam ini.

Marcella yang punya segudang prestasi dalam ilmu hukum ini sebenarnya bercita-cita untuk menjadi dosen. Ia merasa dalam dirinya juga ada bakat mengajar yang diturunkan oleh kedua orangtuanya yang dahulu pernah menjadi guru.

"Saya ingin menjadi dosen karena ingin terus belajar dan ingin untuk bisa membagi ilmu saya bagi orang lain. Namun di lain pihak saya juga ingin bekerja, ingin mencari pengalaman sekaligus ingin meringankan beban orangtua karena pada saat yang sama adik saya juga baru selesai SMA dan ingin melanjutkan studi S1 di Fakultas Kedokteran," ungkap kakak dari Waraney ini.

Gadis asal Tondano yang hobi wisata kuliner ini akhirnya mendaftarkan diri ke salah satu Universitas ternama di Indonesia yakni Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Selama menunggu masa ujian pascasarjana, salah seorang temannya menyarankan untuk mengikuti tes dan interview penerimaan karyawan/ODP yang dilaksanakan oleh bank tempat dia bekerja.

"Saya pun iseng mengikuti tes. Tanpa disangka saya lulus  dan disuruh kembali untuk menandatangani kontrak kerja," kenangnya.

Namun yang membuat ia kembali bimbang adalah tanggal dimana ia harus menandatangani kontrak kerjasama dan tanggal keberangkatannya ke Yogyakarta untuk ujian pasca sarjana. Marcella kembali dihadapkan pada pilihan yang cukup sulit baginya.

"Saya harus tegas mengambil keputusan karena ini menyangkut masa depan saya. Dan saya pribadi nantinya tidak mau menyesal apabila saya salah mengambil keputusan. Saya minta pendapat kedua orangtua tapi mereka mengembalikan kepada saya. Kata mereka apapun pilihan saya yang penting saya menikmati dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh," pungkasnya.

Setelah berdoa dan minta petunjuk Tuhan, Marcella akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Yogyakarta.

"Puji Tuhan akhirnya saya di terima di UGM dan bahkan bisa menyelesaikan studi S2 saya kurang dari dua tahun dan lulus dengan predikat Cum Laude," ucap gadis yang saat ini sementara persiapan studi S3 di Universitas Padjajaran Bandung ini.

Selain pengalaman yang dia kisahkan itu, masih banyak lagi pengalaman hidup Marcella yang mengharuskannya bersikap tegas dalam mengambil keputusan.

Apalagi jika dihubungkan dengan profesinya saat ini yang adalah seorang ahli hukum. Ia harus bersikap profesional dalam menghadapi atau membela klien, walau kadang hal tersebut bertentangan dengan hati nurani.

"Dari pengalaman hidup saya yang masih sangat sedikit saya belajar bahwa  mengambil keputusan adalah hal yang mudah di dengar tapi sulit untuk dilaksanakan. Oleh karena itu bersikap tegas dalam mengambil keputusan adalah hal yang mutlak diperlukan oleh seseorang yang mengejar masa depan," jelasnya.

Kemudian dia mengutip tokoh Brian Tracy "Decisiveness is a characteristic of high-performing men and women. Almost any decision is better than no decision at all"   dan King Edward VIII dari United Kingdom "Decisiviness is a supreme law because it gives you power to achieve your goal."

Saat ini jika ditanya apakah menjadi dosen atau pengacara, jawabannya, "Saya ingin menjadi dosen tapi saya juga ingin menjadi pengacara. Karena menurut saya akademisi yang pernah menjadi praktisi atau praktisi yang juga akademisi akan lebih baik dalam mengajar mahasiswa. Karena teori yang diajarkan di buku kadang tidak sejalan sedang praktek di lapangan. Jika kita menjadi akademisi dan juga praktisi, kita tidak hanya mengajar teori yang ada di buku tapi bagaimana praktek kita di lapangan," ujar gadis bermotto Menjadi berkat dan selalu dapat diandalkan ini.

Biofile

Nama: Marcella Memengko
Lahir : Tondano, 18 Maret 1990
Ayah: Rolly Mamengko
Ibu:Yenny Jane Kolondam
Hobi: Wisata Kuliner

Penulis: Finneke
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved