Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Di Sulut, Produksi Kopra Putih Tersandung Teknologi

Disperindag Sulut menggenjot pengembangan klaster kelapa. Sebab masih banyak klaster kelapa di Sulut yang belum dimanfaatkan petani.

Tayang:
Penulis: | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) menggenjot pengembangan klaster kelapa. Sebab masih banyak klaster kelapa di Sulut yang belum dimanfaatkan petani.

"Seperti kopra putih, lebih mahal harganya dibandingkan kopra biasa, tapi kurang dimanfaatkan karena kendala teknologinya. Itulah sebabnya pemerintah akan berupaya pengadaan tungku atau tempat mengola kopra putih," ujar Akademis Ellen Pakasi dalam Kegiatan Workshop yang digelar di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Selasa (6/5/2014).

Pakasi menambahkan Dengan hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulut ndustri kelapa ini harus lebih dikembangkan lagi. "Nantinya ada Pokja KEK yang akan menyosialisasi industri kecil ini, termasuk di dalamnya industri kelapa," ungkapnya.

Kepala Disperindag Sulut Olvie Atteng mengungkapkan pengembangan klaster kelapa di Sulut harus ditunjang dengan dana, teknologi dan sumber daya manusia. "Dengan demikian walaupun kita memiliki dana dan teknologi, tapi tidak memiliki SDM maka tidak ada gunanya,"ungkapnya.

Itulah sebabnya menurut Atteng, produk kelapa ini harus memiliki daya tarik agar dibeli konsumen. Kemasannya paling utama harus disentuh dengan teknologi dan SDM. "Disperindag Sulut akan bersedia mendanai kemasannya, karena di Sulut sendiri akan segera hadir rumah kemasan," tuturnya.

Sedangkan Kabid Industri Disperindag Sulut Benny Nongkan mengungkapkan klaster kelapa sudah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu, namun harus diakui belum berkembang sebagaimana diharapkan, karena itu dilakukan pengembangan melalui workshop seperti ini.

"Satu sasaran kami, kelapa menjadi produk kehidupan masyarakat di Sulut, karena itu pengembangan klaster industri kelapa akan terus didorong serta terbentuknya industri kelapa terpadu,"paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved