Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prabowo Kerap Ziarah ke Makam Benyamin

Kapten Benyamin Thomas Sigar dimakamkan di pekuburan keluarga Sigar di Desa Wolaang, Langowan Kabupaten Minahasa pada tahun 1879.

Tayang:
Penulis: Finneke | Editor:

Kapten Benyamin Thomas Sigar dimakamkan di pekuburan keluarga Sigar di Desa Wolaang, Langowan Kabupaten Minahasa pada tahun 1879.

MAKAM leluhur Prabowo Subianto tersebut lokasinya berada di pusat Kota Langowan. Dari pinggir jalan, kita perlu menaiki belasan anak tangga baru tiba di makam yang berada di daerah perbukitan.

Berdiri megah dengan cat putih, begitu kontras dengan makam lainnya yang begitu sederhana, layaknya makam-makam zaman dulu. Kusam dan tak dicat. Di situlah jasad Kapten Benyamin Thomas Sigar disatukan dengan tanah.

Tak lama Tribun Manado berada di makam itu awal April lalu, seorang pria menghampiri dengan penuh tanya. Sesaat bertemu sapa, sosok itu ternyata merupakan penjaga makam. Namanya Frangky Kalangi (41), warga setempat. Sudah 13 tahun dia mengurus makam tersebut.

Tiga tahun lalu, kata Kalangi, Prabowo Subianto merenovasi makam tersebut. Makam Benyamin dipasangi keramik dan dicat. Makam lainnya juga direnovasi, namun tak seistimewa Benyamin. Menurut dia, saat itu Prabowo mengutus ajudannya memimpin proses renovasi makam tersebut. "Waktu itu Pak Prabowo tak datang. Ajudannya yang memimpin renovasi," ujarnya.

Prabowo, kata dia, kerapkali ziarah ke makam tersebut. Namun, kehadirannya tak digembar-gemborkan. "Datangnya tak tentu, tak ada informasi terlebih dahulu. Tahu-tahunya sudah datang," imbuhnya.

Hal senada diakui Danny Sumolang, ketua rukun keluarga Sigar di Langowan. Menurut dia, Prabowo sering datang tanpa pemberitahuan hingga luput dari perhatian warga maupun media massa. "Kadang kami sudah bersihkan makam, beliau tak datang. Tapi kadang tahu-tahu makam sudah bersih dan orang sekitar beritahu keluarga kalau Pak Prabowo datang," jelasnya.

Prabowo terakhir kali datang ke Langowan pada Natal keluarga Sigar tahun 2012 lalu. Saat itu ia bersama-sama keluarga merayakan Natal di kediaman Danny Sumo;amh. Dari perbincangan yang terjadi, Prabowo tak banyak cerita apa-apa. Ia bahkan banyak mendengar cerita-cerita dari anggota keluarga Sigar yang lebih tua. "Yah orang besarnya, ia lebih banyak diam," ujar Sherly Kembuan, istri Danny.

Menurut cerita turun-temurun keluarga, Kapiten Benyamin Thomas Sigar merupakan anak dari Thomas Sigar. Saat itu Thomas menjabat sebagai Hukum Tua pertama di Langowan, tepatnya di Desa Palamba. "Thomas dimakamkan di Desa Palamba, sementara anaknya Mayor Sigar (Benyamin Thomas Sigar) di Desa Wolaang," imbuhnya.

Thomas memiliki sembilan keturunan, sementara Benyamin tak diketahui pasti turunan ke berapa. Mereka merantau ke beberapa daerah seperti Jawa bahkan Belanda. Mereka pun dimakamkan di daerah rantauan itu. "Mereka tersebar, tak dimakamkan bersama. Ada yang di Langowan, Tompaso, Tondano, Jawa dan Belanda," demikian Danny.

Sebelum Benyamin dikirim membantu Belanda dalam perang Diponegoro (1825-1830), ia dan pasukannya dibekali kekuatan khusus oleh para Tonaas Langowan. Itu menjadi senjata mereka saat itu. "Buktinya mereka menang perang karena tonaas di sini tak diragukan lagi," ujarnya.

Bahkan, menurut Danny, waktu Soeharto dan SBY hendak mencalonkan diri sebagai Presiden RI, mereka bertemu para tonaas untuk minta kekuatan. "Makanya saya sangat berharap, jika Pak Prabowo ingin jadi presiden, datanglah ke mari. Nanti akan diberi untuk itu," tuturnya. (finneke wolajan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved