Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilihan Putra Putri Boltim Dinilai Tak Berkontribusi untuk Pariwisata

Pemilihan putra putri Boltim mendapat kritikan.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akan menggelar pemilihan Uyo-Anu, pada Mei mendatang. Namun pemilihan duta pariwisata Boltim ini dinilai tak mampu memberikan kontribusi bagi promosi daerahnya.

Tokoh Pemuda Boltim, Buyung Algifari Potabuga menyoroti pelaksanaan pemilihan putra putri Boltim tersebut. Dia menilai ajang tersebut tak memberikan kontribusi bagi Boltim. "Selang lima tahun pelaksanaan ajang ini tak ada konstribusi hanya menghabiskan uang daerah," kata Buyung, Minggu (20/4)

Alasannya, usai pelaksanaan ajang pemilihan tersebut justru tak diketahui lagi keberadaan para duta Boltim yang seharusnya mampu mempromosikan daerah. "Uyo-Anu tahun lalu saja tak kelihatan walaupun hanya penerima tamu dalam acara seremonial milik pemkab. Tak ada yang mereka perbuat selama setahun ini," katanya.

Banyak duta yang dipilih tidak tak memiliki kualitas dan tidak dilatih. Sehingga mereka bingung dan tak menghasilkan apapun hingga masa jabatannya berakhir. "Saya melihat hanya sekadar bagi-bagi gelar saja, usai pemilihan hilang. Dinas terkait tak mampu memfasilitasi Uyo-Anu untuk mempromosikan daerah," bebernya.

Padahal setiap tahunnya, ajang tersebut dibiayai daerah dengan anggaran puluhan juta rupiah. Dia mendesak ajang tersebut ditunda hingga instansi terkait siap. "Alasan karena tak ada dana, kanapa tidak ditunda. Saya menilai dinas pariwisata tidak kreatif. Uyo-Anu hanya seperti boneka pajangan. Sebagian besar dipilih adalah mahasiswa yang kuliah diluar daerah. Sehingga saat dibutuhkan mereka tidak siap," bebernya.

Kepala Disparbud Boltim, Sonly Ratu mengakui kendala tak bisa diberdayakanya Uyo-Anu disebabkan kesibukan mereka sebagai siswa dan mahasiswa yang sebagian besar berada diluar daerah. "Saat dihubungi mereka beralasan sedang kuliah, jadi terpaksa gunakan tenaga honorer di kantor untuk menerima tamu," terang Sonly.

Senada dengannya, Sekretaris Disparbud Boltim, Mende Lila. Katanya, saat terpilih ada surat pernyataan yang ditandatangani peserta pemilihan Uyo-Anu untuk turut ambil bagian dalam kegiatan daerah. "Jika alasan tak ada pakaian adat, kami sediakan, usai acara kami pun memberikan uang walau hanya transportasi atau unang pulsa. Mereka selalu saja ada alasan kuliah,"bebernya.

Katanya, untuk aktif mempromosikan Boltim seharusnya para Uyo-Anu membentuk ikatan Uyo-Anu, sehingga lebih mudah diakomodir. "Organisasi mereka bentuk seharusnya berinisitif mengajukan program agar diakomodir dalam APBD. Kalau ada undangan dari luar daerah beritahu kami, sebab kami hanya membina," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved