Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi Capres

Kalau Jokowi Nggak Nyapres, Suara PDIP Bisa Melorot

Kalau bukan Jokowi yang dicapreskan, PDI-P pasti akan jauh lebih melorot.

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti tidak setuju jika ada anggapan bahwa pencalonan Joko Widodo alias Jokowi sebagai Presiden tidak membawa pengaruh terhadap perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada pemilu legislatif 2014. Menurutnya, Jokowi tetap membawa pengaruh bagi perolehan suara partai berlambang banteng tersebut.

"Saya tidak setuju kalau dikatakan tak ada 'Jokowi effect'. Kalau bukan Jokowi yang dicapreskan, PDI-P pasti akan jauh lebih melorot," kata Ikrar di Media Centre Lipi di Jakarta, Kamis (10/4/2014) siang.

Hanya saja, kata dia, 'Jokowi effect' memang tidak terlalu besar dan sesuai harapan. Pasalnya, PDI-P dinilainya terlambat mengambil keputusan untuk menetapkan Jokowi sebagai capres mereka. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri baru menetapkan Jokowi sebagai capres menjelang kampanye terbuka.

Kampanye Jokowi sebagai capres PDI-P, menurut Ikrar, juga tidak terlalu masif. "Wajar kalau kemudian muncul fenomena 'Jokowi Yes, PDIP No'. Mereka yang mendukung Jokowi cenderung tidak mau mendukung PDI-P," ujarnya.

Untuk pemilu presiden mendatang, Ikrar menyarankan agar PDI-P tidak boleh kembali salah langkah. Menurutnya, terlepas dari suara PDI-P di pemilu legislatif yang tidak maksimal, tetapi hingga saat ini dukungan publik terjadap Jokowi masih cukup tinggi.

"Kalau 'Jokowi Yes, PDI-P No' itu benar, artinya kan Jokowi masih mendapat dukungan publik jauh lebih besar dari partainya. Peluang tersebut harus terus dijaga. Koalisi harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai buat keputusan bodoh yang menyebabkan PDI-P hanya mendapatkan sisa-sisa (rekan koalisi)," pungkasnya.

Hasil sementara hitung cepat berbagai lembaga survei, PDIP memperoleh suara terbanyak. Seperti hasil Hitung Cepat Kompas berdasarkan data yang masuk sebesar 93 persen, PDIP memperoleh suara sebesar 19,22 persen. Namun, hasil resmi akan diumumkan KPU nantinya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved